<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="150463">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KEMAMPUAN AUTENTIKASI TELUR AYAM ORGANIK DAN NON-ORGANIK MENGGUNAKAN SPEKTRUM NEAR-INFRARED SPECTROSCOPY (NIRS) DAN LASER INDUCED BREAKDOWN SPECTROSCOPY (LIBS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahmad Qusthalani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi spektroskopi modern dalam autentikasi telur ayam organik dan non-organik menggunakan spektrum Near-Infrared Spectroscopy (NIRS) dan Laser Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS). Sebanyak 175 butir telur dianalisis, yang dikelompokkan ke dalam tujuh kategori berdasarkan sumber pakan yang diberikan, yaitu 100% organik, 100% non-organik, 75% organik, 75% non-organik, 50% organik, ayam yang dilepas, dan telur yang diperoleh dari pasar tradisional Ulee Kareng, masing-masing terdiri dari 25 butir. Spektrum NIRS direkam pada rentang panjang gelombang 350-2500 nm, sementara spektrum LIBS direkam pada rentang 200-900 nm. Sebanyak 350 data spektrum dinormalisasi dan di proses menggunakan Multiplicative Scatter Correction (MSC), filter Savitzky-Golay, dan detrending sebelum dianalisis dengan Principal Component Analysis (PCA). Analisis berdasarkan score plot PCA menunjukkan bahwa NIRS berhasil membedakan telur organik dan non-organik dengan persentases pemisahan 100%, sedangkan LIBS mencapai persentase pemisahan 86%. Hasil ini menunjukkan bahwa NIRS memiliki keunggulan signifikan dibandingkan LIBS dalam autentikasi telur organik dan non-organik. Selain itu, telur dari kategori ayam dilepas menunjukkan pola spektral yang serupa dengan telur dari ayam yang diberi pakan 100% organik. Telur yang diperoleh dari pasar Ulee Kareng terdistribusi merata dalam kelompok organik dan non-organik. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode non-destruktif untuk mengontrol kualitas dan autentikasi telur di industri pangan.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Autentikasi, Telur Ayam Organik, Near-Infrared Spectroscopy (NIRS), Laser Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS), Principal Component Analysis (PCA).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SPECTROSCOPY - PHYSICS</topic>
 </subject>
 <classification>535.84</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>150463</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-25 20:09:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-26 11:04:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>