<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="150421">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  KONSENTRASI GULA DAN STARTER ACETOBACTER XYLINUM PADA  PROSES PEMBUATAN NATA  DE BANANA SKIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Vera Ningsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kulit  pisang   biasanya   hanya  diadikan sampah  organik   atau  makanan  terak,  padahal   kulit  pisang merupakan   sampah   yang   masih   mengandung karbohidrat, vitamin, mineral dan sejumlah  bahan  organik, sehingga masih  dapat dimanfaatkan      Proses  bioteknologi   telah   mampu   memanfaatkan  kulit pisang untuk  pembuatan  selulosa  bakten  yaitu   nata dan  kulit pisang atau  disebut  juga nata de banana skin&#13;
           Nata   merupakan   selulosa     hasil  sintesa   gula   (glukosa,   sukrosa   dan Kemudian glukosa tersebut digabungkan dengan asam  lemak  membentuk prekursor   Pembentukan nata  ini merupakan sintesis  polisakarida oleh bakten  Acetobacter rytum darn gula-gula sederhana baik dalam bentuk sukrosa,  glukosa dan maltosa&#13;
          Gula (sukrosa) yang ditambahkan pada medium berfungsi sebagai sumber nutrisi  pertumbuhan  dan  aktrvitas  bakten Acetobacter rylimum  yang  membentuk jalinan  benang dan  merupakan  hasil ekrest  proses metabolisme.    Selaput   berang yang   dilepas  oleh   Acetobacter umum akan   membentuk nata  pada permukaan medium  dimana  dengan   adanya penambahan  gula,  aktivitas bakteri Acetobacter  umum dapat berlangsung terus  dalam membentuk nata &#13;
          Penelitan  ini  berturuan  untuk  menentukan  konsentrast gula  dan  starter  Acetobacter xylinum terbak sehingga dapat  meningkatkan  mutu nata de banana ini  yang   dihasilkan.     Rancangan  yang  digunakan  adalah   Rancangan  Acak Lengkap   (RAL)   pola   faktoral  yang   terdiri    atas   2  faktor,   yaitu  faktor   A (konsentrasi gula) dan  faktor  B   (konsentrasi  starter)   Faktor A, konsentrasi gula terdint  atas   taraf yaitu A,      5%, A,       I0%,  dan A   15% dan  bobot   media Faktor B, konsentrasi starter terdiri atas 3 taraf yaitu  B,     20%. B,   25%, dan B,  30%  dan bobot media       Parameter  yang damat  adalah Total Solube Solid (TsS) pada  media  sebelum   penambahan nutrisi,  setelah   penambahan nutrisi  dan setelah fermentasi, rendemen, ketebalan,  kekerasan,  uji  organoleptk (warna, dan kekerasan)     Data yang diperoleh  dianahisis dengan analisis sidik  macam  serta uji lanjut BNT  &#13;
          Hastl penehitian menunjukkan bahwa faktor konsentrasi  gula berpengaruh sangat  nyata  (P  &lt; 0,0l)  terhadap TSS pada  medium  setelah penambahan nutrisi dan setelah  fermentasi, Kemudian  terhadap rendemen, ketebalan,  kekerasan, dan  nilai  organoleptk   kekerasan    Faktor   konsentrasi   starter juga  memberikan  pengaruh   yang   sangat   nyata  (P  &lt; 0,01)   terhadap  TSS   setelah  fermentasi,  ketebalan, dan kekerasan,  dan berpengaruh nyata  (P &lt; 0,05)  terhadap rendemen Interaksi  antara  konsentrasi gula  dan  konsentrast tarter memberikan pengaruh yang tidak nyata   (P&gt; 0,05) terhadap TSS sebelum  sebelum penambahan nutrisi, setelah    penambahan   nutrisi    dan    setelah    fermentasi,    rendemen,   ketebalan, kekerasan, uji   organoleptk  terhadap  warna,  tetapi  berbeda  nyata  (P  &lt; 0,05)  terhadap uji organoleptik kekerasan&#13;
          Nata de banana skin  dengan perlakuan konsentrasi  gula  0% dan starter  25% mempunya rendemen,  ketebalan, dan kekerasan  terbatk    Pada perlakc uan tersebut dihasilkan  nata de banana  skin  dengan karaktenistik rendemen 61,89%, ketebalan  2,42 cm  dan kekerasan  0,89  mm/I0 detk, serta mempunyai kualitas organoleptik  kekerasan  dan ketebalan terbaik    Pada perlakuan  tersebut diperoleh mlai organoleptik kekerasan 3,76 (biasa - suka) dan nilai organoleptik ketebalan  3,80 (biasa - suka)&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BANANAS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BANANAS - COMMERCIAL PROCESSING</topic>
 </subject>
 <classification>664.804 772</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>150421</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-24 14:15:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-04 09:48:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>