Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PENGGUNAAN EKSTRAK BAWANG PUTIH, EKSTRAK LENGKUAS, GARAM DAPUR, DAN ASAM BENZOAT SEBAGAI PENGAWET TAHU
Pengarang
Zikrina - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0205105010074
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2008
Bahasa
Indonesia
No Classification
641.4
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tahu merupakan salah satu bahan makanan sangat mnempunyai nilai gizi, mutu protein dan daya cerna yang tinggi. Akan tetapi tahu termasuk bahan pangan yang mudah rusak Penyebab utama kerusakan tahu adalah sebagai akibat dari aktifitas mikroorganisme. Jenis tahu yang paling mudah mengalami kerusakan adalah tahu putih. Hal ini disebabkan karena selama dan stelah pengolahan tidak ada proses termal tarnbahan seperti yang dilakukan pada jenis tahu lainnya misalnya perebursan tahu dengan kunyit dan garam (tahu kuning) perebusan kedelai sebelum digiling (tahu cina) dan sterilisasi (tau sutra)
Berbagai opaya telah dilakukan untuk memperpanjang mur simnpan tahu. Salah satu car yang diteraplan scc.aa luars untul mnerperpenjang kesegaran tahu yaitu dengan mengusahakn tahu tetap dalam keadean basah at berair sela operasi penjualan, Dalam penelitian ini upaya untuk mempertahank lesegaran tahu putih adala.h dengan merendamnya dengan ekstral dari bewang putih, ekstral lengkuas, dan garam dapur yang merupakan pengawet alami, dan menggunakan asam benzoat yang merupakan pengawet kimia. Bahan-bahan pengawet tersebut mengandung senyawa antimikroba yang diharapkan dapat mengawetkan tahu . Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan. kemampuan ekstrak bwang puti.h, ekstrak lengkuas, dan garamn dapur sebagai pengawet alami dan asam benzoat sebagai pengawet kimia yang tepat bagi tahu putih dalam memperpanjang umur simpannya sampai 3 hari (72 jam) pada suhu ruang dan mengkaji mutu akhir dari produk tahu tersebut.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial pola 5 x 3, yang terdiri atas dua faktor. Faktor I adalah jenis bahan pengawet (P) yang terdiri atas lima taraf yaitu Po = tanpa pergawet, P1 = ekstrak bawang putih, P2 = ekstrak lengkuas, lP3 = garam dapur, dan P4 = asam benzoat. Faktor ll adalah lamanya penyimpanan pada suhu ruang (L) terdiri atas tiga taraf yaitu. L1 = I hari, L2 = 2 hari, dan L3 = 3 hari. Setiap perlakuan diulang sebanyak dua kali sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan terhadap tahu putih sebelum dan setelah pengawet adalah analisis pH mikrobiologi, berupa uji Total Cell Coat (TCC), kadar air, bilangan asam, dan uji organolepotik (penampakan, warna dan aroma).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis bahan pengawet (P) berpengaruh sangat nyata (P
Tidak Tersedia Deskripsi
PERBANDINGAN RESPON HAMBATAN EKSTRAK LENGKUAS RIMPANG PUTIH (ALPINIA GALANGA) DENGAN EKSTRAK LENGKUAS RIMPANG MERAH (ALPINIA PURPURATA) 10 % TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS (Cut cahya Risa, 2023)
UJI MUTU IKAN TONGKOL (EUTHYNNUS AFFINIS) YANG DIAWETKANRNDENGAN KOMBINASI EKSTRAK KULIT BAWANG PUTIH (ALLIUMRNSATIVUM L.) DAN DAUN CIPLUKAN (PHYSALIS ANGULATA L.) (CUT RIZKANI, 2021)
EFEK HIPOGLIKEMIK EKSTRAK BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) TERHADAP PERUBAHAN HISTOLOGIS PANKREAS MENCIT YANG DDNDUKSI ALOKSAN (Eli yusnita, 2022)
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) HASIL MASERASI BERTINGKAT TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN VITRO (ARUM FIRDAYANTI, 2022)
KEEFEKTIFAN CAMPURAN EKSTRAK BAWANG PUTIH DAN DAUN MIMBA UNTUK MENGENDALIKAN KEONG MAS (POMACEA CANALICULATA LAMARCK) (HARDIKA AZMI SOLIN, 2018)