<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="150363">
 <titleInfo>
  <title>STUDI  PEMBUATAN TEH HERBAL DARI DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA  L)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rafrafin Khuzrian</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Moringa oleifera  berasal  dari bagian  selatan  kaki pegunungan  Himalaya. Di Indonesia    khususnya     di    Aceh    tanaman     kelor    banyak    tumbuh    dipedesaan. Pemanfaatan kelor tersebut berbeda-beda antara satu  daerah dengan daerah yang lain.  Masyarakat di  Indonesia  masih memanfaatkan kelor sebagai  lalapan  dan sayur. Daun kelor diduga banyak  mengandung  zat  nutrisi  seperti  vitamin  A,  vitamin C,  kalsium, protein  dan  lain-lain.    Daun  kelor dapat  juga  dimanfaatkan untuk pembuatan  teh  herbal.   Minuman    ini  disebut  teh  herbal  karena  proses pengolahannya bukan  dari  tanaman  teh  (Camellia  cinensis),  melainkan dari  tanaman  lain   seperti daun  kelor, bunga  dan daun  rosella  dan lain-lain.  Kandungan polifenol dan zat  gizi   pada daun kelor   tinggi, sehingga  sangat baik dijadikan bahan minuman  berupa teh herbal untuk anak-anak  mapun orang dewass.&#13;
          Penelitian   ini  secara  umum   bertujuan   untuk  mempelajari dan   mengamati proses pengolahan daun  kelor  menjadi teh  herbal serta mengetahui sifat  fisiko - kimia dan organoleptik  dari teh  herbal daun  kelor yang dihasilkan.  Secara khusus  bertujuan untuk  menentukan kondisi  bahan  dan ukuran  bahan yang baik  untuk menghasilkan &#13;
teh herbal daun  kelor yang berkualitas  baik.&#13;
          Penelitian  ini  dilakukan dengan  menggunakan  Rancangan Acak   Kelompok  (RAK) pola  faktorial dengan 3 kali  ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini  terdiri dari  2  faktor, yaitu   faktor kondisi bahan baku   (P) dan  ukuran bahan  (Z).   Faktor kondisi  bahan baku  terdiri dari  taraf, yaitu   P, daun   layu  dengan kadar air ±45%, Pe daun  setengah  kering dengan kadar air ±25% dan Pe daun  kering dengan kadar air ±5%.  Sedangkan faktor  ukuran   bahan   terdiri   dari  2 taraf, yaitu   Z  ukuran   IO mesh  dan Zs= ukuran 20  mesh&#13;
         Hasil   penelitian  menunjukkan  bahwa  kondisi  bahan baku   (P)  berpengaruh sangat  nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HERBS TEAS - COMMERCIAL PROCESSING</topic>
 </subject>
 <classification>663.96</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>150363</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-21 15:20:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-21 16:20:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>