<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="150243">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SUBSTITUSI BAN DALAM BEKAS, LDPE, DAN GILSONITE TERHADAP ASPAL SEBAGAI PENGIKAT PADA CAMPURAN ASPAL PORUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAUDHAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Wilayah dengan curah hujan tinggi, pada infrastruktur jalannya sering menghadapi masalah genangan air. Campuran aspal porus menjadi salah satu solusi karena memiliki pori-pori untuk mengalirkan air. Namun, bahan utama seperti aspal cenderung mahal sehingga perlu mencari alternatif yang lebih ekonomis dengan menggunakan limbah karet ban dalam bekas, botol plastik bekas dan gilsonite sebagai substitusi aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi karet ban dalam bekas, Low-Density Polyethylene (LDPE), dan gilsonite pada aspal penetrasi 60/70 sebagai bahan pengikat dalam campuran aspal porus, serta mengevaluasi kekuatan campuran aspal porus berdasarkan uji Cantabro Loss (CL), Asphalt Flow Down (AFD), permeabilitas, dan uji Marshall. Penentuan kadar aspal optimum (KAO) berdasarkan metode Australian Asphalt Pavement Association (AAPA). Gradasi agregat yang digunakan adalah gradasi terbuka dengan kadar aspal 4,5%; 5,0%; 5,5%; 6,0% dan 6,5% sebelum disubstitusi. Selanjutnya dilakukan pengujian dan perhitungan parameter Marshall, CL dan AFD untuk mendapatkan KAO, nilai KAO diperoleh sebesar 5,75%. Selanjutnya dibuat benda uji pada KAO dengan substitusi sebesar 25% dari total berat kadar aspal optimum (KAO) dengan tiga variasi: 5% ban dalam bekas, 15% LDPE, dan 5% gilsonite (Variasi 1); 10% ban dalam bekas, 10% LDPE, dan 5% gilsonite (Variasi 2); serta 15% ban dalam bekas, 5% LDPE, dan 5% gilsonite (Variasi 3). Hasil pengujian Marshall menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada nilai stabilitas. Nilai stabilitas variasi terbaik diperoleh pada variasi 3 sebesar 616,70 kg dengan spesifikasi &gt;500 kg, nilai Density diperoleh sebesar 2,08 gr/cm3, nilai VIM diperoleh 18,24%, nilai flow diperoleh sebesar 5,47 mm dan nilai Marshall Quotient diperoleh sebesar 112,85 kg/mm. Pada pengujian Cantabro Loss, variasi terbaik diperoleh pada Variasi 1 dengan nilai 20,69%. Pengujian Asphalt Flow Down menunjukkan bahwa Variasi 2 memiliki nilai terbaik sebesar 0,105%. Untuk nilai Durabilitas terbaik diperoleh pada Variasi 2 dengan nilai 91,08%, sedangkan pengujian Permeabilitas menunjukkan bahwa Variasi 1 memiliki nilai terbaik sebesar 0,121 cm/det. Hasil yang didapat menandakan bahwa karakteristik campuran porus menggunakan substitusi karet ban dalam bekas, LDPE, dan gilsonite dapat digunakan pada campuran beraspal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ASPHALT CONCRETE - ROAD ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>625.85</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>150243</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-20 00:25:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-20 10:45:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>