IDENTIFIKASI PENYEBARAN INTRUSI AIR LAUT MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS 2D PADA DAERAH JEULINGKE, BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

IDENTIFIKASI PENYEBARAN INTRUSI AIR LAUT MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS 2D PADA DAERAH JEULINGKE, BANDA ACEH


Pengarang

Yurda Marvita - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1104107010006

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi penyebaran intrusi air laut di daerah Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh yang bertujuan untuk memperoleh karakteristik resistivitas bawah permukaan dan menentukan kedalaman intrusi air laut berdasarkan nilai resistivitas untuk setiap lapisan bawah permukaan dengan menggunakan metode resistivitas 2D konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengambilan data dilakukan pada 3 lintasan pengukuran dengan masing-masing panjang lintasan 165 m dan spasi 3 m antar elektroda. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan software Res2Dinv, sehingga diperoleh penampang resistivitas 2D. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pada daerah penelitian terdapat jenis batuan yang relatif sama dan sesuai dengan peta geologi daerah studi, yaitu tersusun atas material pasir, material lanau, dan material lempung yang diinterpretasikan berdasarkan nilai resistivitas yang divisualisasikan oleh warna tertentu dalam range 0.2 – 10 ?m. Intrusi air laut telah menyebar luas di daerah studi dengan nilai resistivitas yang sangat rendah, yaitu pada 0.2 – 2.5 ?m. Kondisi air asin nilai resistivitasnya sebesar 0.2 – 1 ?m dan kondisi air payau memiliki nilai resistivitas 1 – 2.5 ?m. Kondisi air asin pada lapisan 1 diduga terdapat pada kedalaman 0.5 – 10 m, pada lapisan 2 terdapat pada lapisan yang mempunyai kedalaman 3 – 8 m, dan pada lapisan 3 terdapat pada kedalaman 3 – 10 m. Kondisi air payau umumnya pada lintasan – lintasan tersebut tersebar pada semua lapisan.

Kata kunci: Metode resistivitas, intrusi air laut, Res2Dinv

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK