KLASIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SPOT-6 DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA DAN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KLASIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SPOT-6 DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA DAN ACEH BESAR


Pengarang

Freddy Sapta Wirandha - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1104107010031

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aceh merupakan daerah di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, salah satunya adalah sumber daya alam lahan. Seiring dengan pertumbuhan penduduk, pembangunan dan ekonomi semakin meningkat tentunya juga berpengaruh di bidang penggunaan dan pembukaan lahan baru, termasuk di daerah Mukim Krueng Bate Aceh Barat Daya dan Mukim Glee Bruek Aceh Besar. Salah satu metode yang digunakan untuk mengklasifikasi penggunaan lahan adalah dengan memanfaatkan citra satelit yang biasa disebut dengan penginderaan jauh (remote sensing), dalam penelitian ini menggunakan citra satelit SPOT-6. Kemudian citra satelit ini di klasifikasi menggunakan NDVI ( Nilai Indeks Vegetasi), yaitu mengklasifikasi penggunaan lahan berdasarkan nilai kerapatan vegetasi. Kemudian hasil klasifikasi ini di buat dalam bentuk pemetaan sehingga menjadi suatu Sistem Informasi Geografis (SIG) penggunaan lahan di daerah penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini masing- masing daerah memiliki nilai kerapatan vegetasi yang bervariasi. Nilai kerapatan vegetasi pada masing-masing daerah dibagi ke dalam empat kelas kerapatan vegetasi, yaitu sangat rapat, rapat, cukup rapat, tidak rapat. Daerah Mukim Krueng Batee Aceh Barat Daya memiliki kisaran nilai NDVI minimum = -0.281 dan nilai NDVI maksimum = 0.646. Sedangkan Mukim Glee Bruek memiliki kisaran nilai NDVI minimum = -0.131 dan nilai NDVI maksimum = 0.607. Dari penelitian ini dapat disimpulkan kerapatan vegetasi di daerah berbeda memiliki nilai NDVI yang berbeda pula tergantung dari jenis vegetasi yang ada di suatu wilayah tersebut. Wilayah yang didominasi tumbuhan tua tingkat kerapatan vegetasinya lebih tinggi dibandingkan dengan daerah yang tumbuhannya didominasi oleh tumbuhan-tumbuhan muda. Kemudian untuk mengklarifikasi kesesuai antara intepretasi citra satelit secara digital dengan keadaan dilapangan sebenarnya dilakukan pengecekan langsung kelapangan di beberapa titik sampel. Hasil dari survey lapangan didapatkan kesesuaian antara interpretasi secara digital dengan titik sampel survey lapangan.

Kata Kunci : Lahan, NDVI, SPOT-6, Remote Sensing, SIG

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK