<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="150153">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERUBAHAN MIKROSTRUKTUR CEMENT BASED MATERALS (CBM) AKIBAT SERANGAN NATRIUM KLORIDA DAN NATRIUM SULFAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Syafiq Hidayat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cement Based Materials (CBM) berupa beton mutu tinggi (BMT) dan pasta semen merupakan salah satu material bangunan yang paling banyak digunakan dalam dunia konstruksi. Namun CBM dapat mengalami kerusakan akibat lingkungan yang ekstrim di mana CBM itu berada, seperti lingkungan yang berhubungan langsung dengan bahan bahan kimia, daerah laut yang mengandung banyak garam dan lain sebagainya. Dalam beberapa tahun yang lalu telah dilakukan beberapa studi terkait penggunaan tanah diatomae sebagai substitusi semen. Kandungan silika yang tinggi pada tanah diatomae dapat mengurangi kerusakan pada CBM. Pada studi ini dilakukan untuk mengkaji perubahan mikrostruktur pada CBM yang direndam dalam larutan natrium klorida (NaCl) dan dan natrium sulfat (Na2SO4) selama 8 bulan dan 12 bulan dengan menggunakan tanah diatomae sebagai substitusi semen. Benda uji dalam studi ini dibuat berbentuk kubus dengan ukuran 50 mm x 50 mm x 50 mm dengan jumlah total 16 buah.  Analisis yang dilakukan berupa pengujian kehilangan massa, pengujian kuat tekan, dan pengamatan perubahan mikrostruktur menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil pengujian kehilangan massa setelah 12 bulan perendaman, menunjukkan kehilangan massa minimum terjadi pada BMT dengan substitusi tanah diatomae sebesar 0,19% akibat serangan NaCl, dan 0,35% akibat serangan Na2SO4. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan sisa kuat tekan minimum setelah 12 bulan perendaman larutan NaCl dan Na2SO4 terjadi pada pasta semen tanpa substitusi tanah diatomae yaitu secara berturut-turut sebesar 49,24% dan 34,45% dari kuat tekan awal. Kemudian hasil pengamatan perubahan mikrostruktur memperlihatkan CBM tanpa penggunaan tanah diatomae, memicu terbentuknya senyawa ettringite, gypsum, garam Friedel, dan calcium oxychloride yang bersifat merusak dan mengganggu reaksi hidrasi semen. Hal ini berbeda pada CBM dengan substitusi tanah diatomae, yang dapat memicu reaksi pozzolan sehingga terjadi peningkatan matriks Calcium Silicate Hydrate (C3S2H3).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CEMENT - STRUCTURAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>624.183 3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>150153</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-18 12:28:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-18 15:20:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>