<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="150145">
 <titleInfo>
  <title>PREPARASI DAN KARAKTERISASI MEMBRAN SELULOSA ASETAT YANG DIMODIFIKASI DENGAN GLISIDIL METAKRILAT UNTUK PENGHILANGAN KREATININ DALAM AIR LIMBAH DIALISAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SABILA AULIA DELTRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Kimia</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Membran selulosa asetat yang dimodifikasi dengan glisidil metakrilat (GMA) telah dilakukan dan dibuat dari selulosa asetat komersial. Tujuan pembuatan membran ini untuk menyerap kreatinin dalam air limbah dialisat. Hasil karakterisasi membran selulosa asetat murni (SA-GMA0%) memiliki kuat tarik 8,42 Kgf/mm2 sedangkan pada membran modifikasi glisidil metakrilat (SA-GMA15%) memiliki kuat tarik yang lebih baik sebesar 10,62 Kgf/mm2. Membran SA-GMA0% memiliki derajat pengembangan dan porositas sebesar 17,84% dan 25,67% sedangkan pada membran SA-GMA15% memiliki derajat pengembangan dan porositas lebih baik sebesar 22,85% dan 46,71%. Membran SA-GMA0% memiliki nilai fluks sebesar 22,70 L/m2 jam sedangkan pada membran SA-GMA15% memiliki nilai fluks lebih baik yaitu sebesar 40,36 L/m2 jam. Hasil pengujian membran dilakukan pada waktu kontak 300 menit (5 jam). Pengujian isoterm adsorpsi menunjukkan adsorpsi kreatinin menggunakan membran SA-GMA15% mengikuti persamaan adsorpsi isoterm Langmuir dengan nilai R2 yaitu sebesar 0,97807. Membran SA-GMA0% mampu menghilangkan kreatinin dalam proses adsorpsi kreatinin sistem kontinyu (dialisis) selama waktu 6 jam sebesar 4,357 mg/g dengan persen removal sebesar 14,35% sedangkan membran SA-GMA15% mampu menghilangkan kreatinin sebesar 5,791 mg/g dengan persen removal yaitu sebesar 56,65%. Hasil menunjukkan bahwa membran SA-GMA15% memiliki kemampuan menyerap kreatinin lebih baik dibandingkan dengan membran SA-GMA0% karena sudah mendekati kadar normal kreatinin yang ditetapkan yaitu kadar normal kreatinin pada pria 7-13 ppm sedangkan pada wanita yaitu 6-11 ppm.&#13;
Kata kunci: Membran, selulosa asetat, glisidil metakrilat, dan adsorpsi kreatinin&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MEMBRANE PROCESSES - CHEMICAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ABSORTION - CHEMISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>541.33</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>150145</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-18 11:04:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-18 11:42:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>