<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="150115">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN SUHU LINGKUNGAN DENGAAN KADAR HORMON KORTISOL PADA SAPI ACEH BETINA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AKHMAD JULIAN GAPUTRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>HUBUNGAN SUHU LINGKUNGAN DENGAN KADAR &#13;
HORMON KORTISOL PADA&#13;
SAPI ACEH BETINA&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Kondisi lingkungan yang terlalu panas, ditandai oleh tingginya temperatur, kelembaban, radiasi matahari, dan rendahnya kecepatan angin, dapat menyebabkan stres panas pada sapi potong, dengan dampak signifikan terhadap kesehatan dan produktivitas ternak. Hormon kortisol sering digunakan sebagai indikator tingkat stres yang dialami oleh hewan. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan suhu lingkungan dengan kadar hormon kortisol pada sapi aceh betina. Penelitian ini menggunakan 31 ekor sapi aceh betina. Pengukuran konsentrasi kortisol dilakukan secara non-invasif dengan sampel feses. Analisis hormon dilakukan menggunakan metode enzym linked immunosorbent assay (ELISA). Hasil penelitian berdasarkan uji korelasi didapatkan hasil positif antara suhu lingkungan dengan kadar kortisol. Hal ini menunjukkan jika terjadi peningkatan suhu lingkungan maka akan menyebabkan peningkatan kadar kortisol. Hasil analisis korelasi dari data tersebut menunjukkan terdapat korelasi positif yang sangat signifikan (p &lt; 0,01) antara suhu lingkungan dengar kadar kortisol (r = 0,652). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara suhu lingkungan dengan hormon kortisol. Semakin meningkat suhu lingkungan maka terjadi peningkatan hormon kortisol.&#13;
	&#13;
Kata kunci: Heat stress, hormon kortisol, produktivitas ternak, sapi aceh, suhu lingkungan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CATTLE - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <classification>573.44</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>150115</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-17 07:33:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-18 10:33:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>