<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="150103">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK UMBI SARANG SEMUT (HYDNOPHYTUM FORMICARUM) TERHADAP KADAR BIOKIMIA URIN PADA RATTUS NORVEGICUS HIPERURISEMIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Murtiva Azzahra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hiperurisemia merupakan suatu keadaan tingginya kadar asam urat di dalam darah. Hiperurisemia dapat disebabkan oleh peningkatan produksi maupun penurunan eksresi asam urat akibat penurunan fungsi ginjal. Salah satu pengobatan alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian ekstrak umbi sarang semut (Hydnophytum formicarum). Pada penelitian ini dilakuakan evaluasi pengaruh ekstrak umbi sarang semut terhadap peningkatan fungsi ginjal dengan evaluasi kadar kimia urin (pH, kreatinin dan albumin) pada tikus yang mengalami hiperurisemia akibat pakan tinggi purin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan postest only control group design menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Sebanyak 6 perlakuan digunakan dalam penelitian ini, diantaranya perlakuan kontrol normal (P1), perlakuan induksi purin pada P2, P3, P4, P5, P6. Pada P3 diberi terapi allopurinol dengan dosis 0,009 mg/g bb, pada P4 diberi terapi ekstrak umbi sarang semut dengan dosis 100 mg/kg bb, pada perlakuan P5 diberi terapi ekstrak umbi sarang semut dengan dosis 150 mg/kg bb, pada P6 diberi terapi ekstrak umbi sarang semut dengan dosis 200 mg/kg bb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan ekstrak umbi sarang semut dosis 200 mg/kg bb lebih efektif dan sebanding dengan pengobatan sintetis allopurinol. Efektivitas dari umbi tumbuhan sarang semut dalam memperbaiki fungsi ginjal ini disebabkan oleh senyawa aktif yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, ekstrak umbi sarang semut berpotensi sebagai terapi alternatif untuk memperbaiki fungsi ginjal pada keadaan hiperurisemia.&#13;
&#13;
Kata kunci: fungsi ginjal, Hiperurisemia, Hydnophytum formicarum&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>UROLOGIC DISEASES - ANIMALS - VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>636.089 66</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>150103</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-14 13:14:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-18 11:11:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>