KAJIAN KERUSAKAN FISIK BUAH JERUK KEPROK (CITRUS NOBILIS L) GAYO DENGAN VARIASI BAHAN ANTI GETARAN DAN JENIS TRANSPORTASI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN KERUSAKAN FISIK BUAH JERUK KEPROK (CITRUS NOBILIS L) GAYO DENGAN VARIASI BAHAN ANTI GETARAN DAN JENIS TRANSPORTASI


Pengarang

Sri Mulyana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0405106010067

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009

Bahasa

Indonesia

No Classification

664.804 31

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kabupaten Aceh Tengah (Gayo) merupakan produsen komoditi produk hortikultura terbesar di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dengan 80,18% (201.1735,3 ribu jiwa) penduduk bermata pencaharian sebagai petani (Biro Pusat Statistik, 2005), jeruk keprok merupakan salah satu komoditi yang banyak diusahakan. Transportasi produk hortikultura (buah dan sayuran) merupakan kegiatan yang tidak dapat dihindarkan. mengingat produksi hortikultura terkonsentrasi di beberapa daerah, sedangkan konsumsi produk dilakukan di semua daerah. Selama transportasi, produk hortikultura dapat mengalami kerusakan, baik kerusakan akibat suhu, kelembaban, gesekan, impak, tekanan distorsi dan resiko lainnya seperti investnasi organisme, kontaminasi dan pencurian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan buah jeruk
keprok guyo selama proses transportasi dengan memodifikasi bahan anti getaran
kemasan kotak kayu dan alat transportasi yang digunakan Penelitian ini diharapkan berguna sebagai metode alteratif untuk mengurangi tingkat kerusakan buah jeruk keprok gayo yang akan dijual oleh petani atau pedagang pengumpul (distributor) dengan menggunakan jasa transportasi.
Buah jeruk keprok gayo yang digunakan adalah yang masak optimum (berum ur 240-255 hari scjak mekarnya bunga). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 8 perlakuan dan 3 kali ulangan, adapun parameter yang diamati meliputi tingkat kerusakan fisik (%), kekerasan
(kg/m2') dan susut bobot (%).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan bahan anti getaran styrofoam mampu menekan tingkat kerusakan fisik, kekerasan dan susut bobot buah jeruk keprok gayo baik yang ditransportasi menggunakan mobil pick up maupun bus L300. Hasil analisis sidik ragam pada semua perlakuan menunjukkan bahwa penggunaan kendaraan, bahan anti getaran dan interaksi keduanya berecngaruh sangat nyata terhadap tingkat kerusakan fisik, kekerasan dan susut bobot buah jeruk keprok gayo. Uji lanjut BNT (beda nyata terkecil) taraf 5% menunjukkan bahwa kemasan yang menggunak karton dan styrofoam berbeda nyata terhadap persentase kerusakan fisik, kekerasan dan susut bobot baik yang menggunakan mobil pick up sebagai alat transportasinya maupun bus L300. Sedangkan penggunaan koran tidak berbeda nyata terhadap persentasc memar dan Iuka, kekerasan dan susut bobot, begitu juga kemasan yang tidak menggunakan bahan anti getaran juga tidak berbeda nyata terhadap persentase pecah, Iuka, kekerasan dan susut bobot kemasan buah jeruk keprok gayo.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK