<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="149995">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PEMBUATAN PULP DARI AMPAS TEBU (SACCHARUM SP) DENGAN VARIASI KONSENTRASI LARUTAN PEMASAK (NAOH) DAN WAKTU PEMASAKAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rita Dahlia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
ini Dewasa penggunaan kertas sebagai pengemas bahan pangan, non-pangan, kertas tulis dan  sebagainya semakin meningkat, sesuai dengan meningkatnya  permintaan pasar terhadap kertas dalam negeri. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut telah dikembangkan berbagai cara dan metode untuk menghasilkan kertas. Sejalan dengan itu kebutuhan bahan baku pembuatan kertas juga semakin meningkat. Bahan utama dalam pembuatan kertas adalah pulp (bubur kertas) yang merupakan  kumpulan   serat   yang telah dipisahkan dari kayu atau bahan selulosa lainnya Pulp dapat dibuat dari berbagai jenis bahan yang mengandung selulosa, seperti kayu, bambu, ampas tebu dan beberapa jenis rumput-rumputan. Secara umum bahan baku yang digunakan sebagian besar berasal dari kayu-kayuan. Kekurangan pemasokan  bahan baku kayu untuk produksi pulp menyebabkan naiknya harga kertas. Untuk   mengatasi hal tersebut, maka harus dicari bahan baku alteratif untuk menghasilkan pulp, salah satunya yaitu dengan memanfaatkan himbah ampas tebu. Pulp dari ampas tebu dapat dibuat dengan proses soda yang menggunakan larutan NaOH sebagai larutan pemasak. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi  karakteristik pulp dari ampas tebu yang dihasilkan dengan menggunakan proses  soda, yatu konsentrasi larutan pemasak, waktu pemasakan, perbandingan pereaksi,  temperatur dan ukuran bahan. Hasil-hasil penelitian sebelumnya menunjukkan  bahwa pulp dari ampas tebu yang dihasilkan dengan menggunakan proses soda, tidak kalah kualitasnya dengan pulp dari bahan lainnya. Oleh karena itu penelitian ini  bertujuan untuk mempelajani cara pembuatan pulp dani   ampas   tebu dan untuk  mengetahui pengaruh konsentrasi larutan pemasak (Na0H) dan waktu pemasakan   terhadap karakteristik pulp yang dihasilk.an   Bahan-bahan yang digunakan yaitu ampas tebu dan larutan NaoH. Penelitian ini dilakukan di laboratorium fermentasi Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas   berlangsung pada  bulan April 2005. Penelitian ini menggunakan model Rancangan Acal Lenglap Pertanian, Universitas Syiah Kuala Darussalam - Banda Aceh,   dan   (RAL) faktorial pola 3x3 dengan 3 kali ulangan faktor yang diteliti adalah konsentrasi larutan pemasak (NaoH) dan waktu pemasakan. Konsentrasi larutan   pemasak (NaOH) (A) yang terdiri atas tiga taraf, yaitu A1 = 15%, A2 = 25%, A3 = 35%. Waktu pemasakan (B), terdiri atas  tiga taraf,  yaitu B1  = 60 menit, B2 = 90  menit, dan B3 = 120 menit. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik   dan   ragam   dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Parameter yang   diamati pada pulp meliputi rendemen,   kadar selulosa, kadar lignin dan kadar air.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor konsentrasi larutan pemasak (NaoH) berpengaruh sangat nyata (P &lt; 0.01) terhadap rendemen. kadar selulosa dan   kadar lignin, tetapi berpengaruh tidak nyata (P &gt; 0,05) terhadap kadar air pulp. Faktor waktu pemasakan berpengaruh sangat nyata (P &lt; 0.0l) terhadap rendemen kadatr selulosa dan kadar lignin, namun berpengaruh tidak nyata (P &gt; 0,05) terhadap   kadar air pulp. Interaksi antara konsentrasi larutan pemasak (Na0H) dan waktu  pemasakan berpengaruh sangat nyata (P s 0,0) terhadap rendemen dan kadar   selulosa pulp, tetapi berpengaruh   tidak nyata (P &gt; 0,05) terhadap kadar lignin dan  kadar air pulp Perlakuan terbaik yang diperoleh dari penelitian ini yaitu pada konsentrasi larutan pemasak (Na0H)35% dan waktu pemasakan 120 menit, yang menghasilkan pulp dengan kadar selulosa yang tinggi (86,48%) dan kadar lignin yang rendah  (0.,63%) dengan rendemen 36.18%.  &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SUGAR</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PULP</topic>
 </subject>
 <classification>676.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>149995</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-12 15:38:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-13 10:57:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>