Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI PEMBUATAN PULP DARI AMPAS TEBU (SACCHARUM SP) DENGAN VARIASI KONSENTRASI LARUTAN PEMASAK (NAOH) DAN WAKTU PEMASAKAN
Pengarang
Rita Dahlia - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
9951511918
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2005
Bahasa
Indonesia
No Classification
676.1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN
ini Dewasa penggunaan kertas sebagai pengemas bahan pangan, non-pangan, kertas tulis dan sebagainya semakin meningkat, sesuai dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap kertas dalam negeri. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut telah dikembangkan berbagai cara dan metode untuk menghasilkan kertas. Sejalan dengan itu kebutuhan bahan baku pembuatan kertas juga semakin meningkat. Bahan utama dalam pembuatan kertas adalah pulp (bubur kertas) yang merupakan kumpulan serat yang telah dipisahkan dari kayu atau bahan selulosa lainnya Pulp dapat dibuat dari berbagai jenis bahan yang mengandung selulosa, seperti kayu, bambu, ampas tebu dan beberapa jenis rumput-rumputan. Secara umum bahan baku yang digunakan sebagian besar berasal dari kayu-kayuan. Kekurangan pemasokan bahan baku kayu untuk produksi pulp menyebabkan naiknya harga kertas. Untuk mengatasi hal tersebut, maka harus dicari bahan baku alteratif untuk menghasilkan pulp, salah satunya yaitu dengan memanfaatkan himbah ampas tebu. Pulp dari ampas tebu dapat dibuat dengan proses soda yang menggunakan larutan NaOH sebagai larutan pemasak. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi karakteristik pulp dari ampas tebu yang dihasilkan dengan menggunakan proses soda, yatu konsentrasi larutan pemasak, waktu pemasakan, perbandingan pereaksi, temperatur dan ukuran bahan. Hasil-hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pulp dari ampas tebu yang dihasilkan dengan menggunakan proses soda, tidak kalah kualitasnya dengan pulp dari bahan lainnya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mempelajani cara pembuatan pulp dani ampas tebu dan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan pemasak (Na0H) dan waktu pemasakan terhadap karakteristik pulp yang dihasilk.an Bahan-bahan yang digunakan yaitu ampas tebu dan larutan NaoH. Penelitian ini dilakukan di laboratorium fermentasi Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas berlangsung pada bulan April 2005. Penelitian ini menggunakan model Rancangan Acal Lenglap Pertanian, Universitas Syiah Kuala Darussalam - Banda Aceh, dan (RAL) faktorial pola 3x3 dengan 3 kali ulangan faktor yang diteliti adalah konsentrasi larutan pemasak (NaoH) dan waktu pemasakan. Konsentrasi larutan pemasak (NaOH) (A) yang terdiri atas tiga taraf, yaitu A1 = 15%, A2 = 25%, A3 = 35%. Waktu pemasakan (B), terdiri atas tiga taraf, yaitu B1 = 60 menit, B2 = 90 menit, dan B3 = 120 menit. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik dan ragam dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Parameter yang diamati pada pulp meliputi rendemen, kadar selulosa, kadar lignin dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor konsentrasi larutan pemasak (NaoH) berpengaruh sangat nyata (P < 0.01) terhadap rendemen. kadar selulosa dan kadar lignin, tetapi berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap kadar air pulp. Faktor waktu pemasakan berpengaruh sangat nyata (P < 0.0l) terhadap rendemen kadatr selulosa dan kadar lignin, namun berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap kadar air pulp. Interaksi antara konsentrasi larutan pemasak (Na0H) dan waktu pemasakan berpengaruh sangat nyata (P s 0,0) terhadap rendemen dan kadar selulosa pulp, tetapi berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap kadar lignin dan kadar air pulp Perlakuan terbaik yang diperoleh dari penelitian ini yaitu pada konsentrasi larutan pemasak (Na0H)35% dan waktu pemasakan 120 menit, yang menghasilkan pulp dengan kadar selulosa yang tinggi (86,48%) dan kadar lignin yang rendah (0.,63%) dengan rendemen 36.18%.
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDI PEMBUATAN PULP DARI AMPAS TEBU (SACCHARUM SP) DENGAN VARIASI KONSENTRASI LARUTAN PEMASAK (NAOH) DAN WAKTU PEMASAKAN (Rita Dahlia, 2025)
PEMBUATAN PULP DARI SABUT KELAPA DENGAN SISTEM ORGANOSOLV (Mukhsin Abdullah, 2024)
PEMBUATAN PULP DARI SABUT KELAPA DENGAN SISTEM ORGANOSOL (Muhammad Fadhil, 2024)
PENGARUH LAMA PEMASAKAN DAN KONSENTRASI NAOH-C2H5OH PADA PEMBUATAN PULP BERBAHAN BAKU TANAMAN LIDAH MERTUA (SANSEVIERIA TRIFASCIATA L.) DENGAN METODE ORGANOSOLV PULPING (CUT SHENTIA SAMARA, 2018)
PEMBUATAN PULP DARI PELEPAH SAWIT DENGAN PELARUT ETANOL (M.Yudha Riadi, 2024)