<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14982">
 <titleInfo>
  <title>STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOSRNYANG BERASOSIASI DENGAN EKOSISTEM MANGROVE RNDI PERAIRAN KUALA LANGSA RNKOTA LANGSA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHADHIR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Aktifitas pelabuhan dan masyarakat pada kawasan mangrove menyebabkan &#13;
terganggunya ekosistem mangrove dan struktur makrozoobenthos. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk menganalisa struktur komunitas dan pola sebaran jenis &#13;
makrozoobenthos di perairan  Kuala Langsa Kota Langsa. Penelitian ini telah &#13;
dilakukan pada Januari 2015 dengan menggunakan 4 stasiun pengamatan. Stasiun 1 &#13;
pada kawasan yang kerapatan mangrove tinggi, stasiun 2 pada kawasan yang &#13;
kerapatan mangrove rendah, stasiun 3 pada kawasan pelabuhan dan stasiun 4 pada &#13;
kawasan pemukiman. Pengambilan data makrozoobenthos dengan menggunakan &#13;
transek kuadrat 1 x 1 m&#13;
2&#13;
dilakukan pada saat pasang dan surut. Makrozoobenthos &#13;
yang ditemukan pada kawasan mangrove Kuala Langsa terdiri dari 3 kelas yaitu &#13;
Bivalvia (pasang (6%), surut (22%)), Crustacea (pasang (12%), surut (11%)), dan &#13;
Gastropoda (pasang (82%), surut (67%). Kepadatan makrozoobenthos paling tinggi &#13;
terdapat pada stasiun 4 (23,20 ind/m&#13;
2&#13;
). Makrozoobemthos yang paling banyak &#13;
ditemukan adalah jenis  Cerithium articulatum  dan  Telebralia palustris. Struktur &#13;
komunitas makrozoobentos pada saat pasang adalah 2,35 (keanekaragaman), 0,76 &#13;
(keseragaman) dan 0,19 (dominansi). Struktur komunitas pada saat surut adalah 2,39 &#13;
(keanekaragaman), 0,75 (Keseragaman) dan 0,31  (dominansi). Indeks similaritas &#13;
makrozoobentos pada perairan Kuala Langsa berkisar 40%-63% dan pola sebaran &#13;
jenis tergolong pada dua kategori yaitu seragam dan mengelompok. &#13;
Kata kunci:  Makrozoobenthos, Struktur Komunitas, Kuala Langsa, Pola &#13;
Sebaran Jenis</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>14982</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-07-13 14:57:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-07-14 10:39:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>