<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="149777">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  PENGGUNAAN KEKUASAAN DAN GAYA MANAJEMEN KONFLIK  TERHADAP  PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMERINTAHAN PADA KANTOR GUBERNUR NANGGROE  ACEH DARUSSALAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T Rinaldi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keberadaan  pemerintah   yang  bersih  dan  berwibawa  atau  juga   disebut  clean  governmernt   atau  juga  good   governance semakin  menjadi  keharusan, tidak  saja  karena akhir-akhir ini para  pengamat  sering mempersoalkan  ini,  melainkan karena  masyarakat sendiri  terus  menuntut  adanya  pemerintahan  yang  bersih  dan  beribawa  yang  mampu memberikan  publik yang baik dan memuaskan. Peranan pemimpin  sangat penting dalam rangka  mengidentifikasikan konflik dan  menetapkan  langkah  tepat  apakah  memelihara  konflik atau menghilangkannya.   Pada  bagian  lain telah  dikemukakan bagaimana  konflik harus dikelola dengan  baik (manajemen) agar supaya memberikan  efek yang positif bagi organisasi, dimana dalam  hal  ini  diperukan  strategi  manajemen   konflik antar  personal  dalam  organisasi.&#13;
           Dalam  rangka mencapai  suatu  keputusan operasional,  peranan   kekuasaan  yang  dimiliki oleh  pimpinan serta kemampuan pemimpin untuk mengalokasikan/menggunakan kekuasaan  yang dimilikinya juga  merupakan  suatu  hal  yang  tidak  dapat  dihindari begitu saja.   Bahwa   kekuasaan   akan   lebih  nampak  ketika  berada  dalam   kontek   pembuatan keputusan,    kekuasaan    dilakukan   oleh    anggota-anggota   organisasi    yang   membuat keputusan.  Dengan  demikian  proses pembuatan  keputusan merupakan basis  dari  struktur kekuasaan.  Mengingat   arti  penting  perubahan  manajemen   terhadap  kincrja organisasi, maka penulis tertarik untuk memilih judul skripsi  Pengaruh Penggunaan Kekuasaan Dan Gaya Manajemen  Konflik Terhadap Pcngambilan Keputusan  Pemerintahan  Pada  Kantor Gubernur   Provinsi   Nanggroe    Acch   Darussalam&quot;.  Identifikasi   masalah    yang   dapat dirumuskan   dalam   penelitian   ini  adalah   apakah   penggunaan    kckuasaan  dan   gaya manajemen   konflik  berpengaruh   terhadap   pengambilan   keputusan  Pemerintahan  pada Kantor Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh  Darussalam.&#13;
          Dalam  mengumpulan  data  utama   yaitu  data   primer  yang   menjadi   responden  dalam   penelitian   ini  adalah   karyawan  Kantor   Gubernur   Provinsi   Nanggroe   Aceh Darussalam  yang  berjumlah  344  orang. Adapun  yang  menjadi  sampcl  dalam  penelitian ini  adalah   sebanyak  29,06%   dari   total   sampel,   dimana   cara   pengambilan  sampel dilakukan secara Purposive  Random  Sampling (Acak Terstruktur), sehingga sampel  akhir pcnclitian ini adalah sebanyak 100 orang.&#13;
          Dari hasil  penelitian diperoleh  koefisien korelasi  sebesar  0,966  di mana dengan  nilai tersebut  terdapat hubungan  antara  variabel  bebas  dengan  variabel  terikat  sebesar 96,6%. Artinya   pengambilan   keputusan   pemerintah   Daerah  Nanggroe   Acch  Darussalam   erat hubungan dengan  faktor  penggunaan kekuasaan  (x 1 ), dan gaya manajemen  konflik (x2).&#13;
           Dari hasil  penelitian juga  di jelaskan  baik uji t dan uji  f maka hipotesis (Ho) ditolak artinya  penggunaan    kekuasaan   (x I)  dan  gaya   manajemen  konflik     (x2),   tidak   ada hubungannya   dengan    pengambilan   keputusan    pemerintah   daerah    (Y).   Sedangkan  hipotesis  (Ha) diterima artinya    penggunaan  kckuasaan  (x I) dan gaya manajemen konflik (x2), mempunyai   hubungannya dengan  pengambilan  keputusan pemerintah  daerah  (Y)&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>149777</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-10 12:09:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-10 12:09:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>