PENGGUNAAN RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI RISIKO LIKUIDITAS JANGKA PANJANG PT. PUPUK ISKANDAR MUDA LHOKSEUMAWE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGGUNAAN RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI RISIKO LIKUIDITAS JANGKA PANJANG PT. PUPUK ISKANDAR MUDA LHOKSEUMAWE


Pengarang

Fuaida Hanum - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9911213881

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Manajemen (S1) / PDDIKTI : 61201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2005

Bahasa

Indonesia

No Classification

658.15

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perseroan Terbatas (PT) Pupuk lskandar Muda, disingkat PT. PIM merupakan badan usaha milik negara yang bergerak dalam bidang industri pupuk dan industri kimia lainnya yang didirikan pada tanggal 24 Februari 1982, berlokasi di Lhokseumawe dan mulai beroperasi secara komersil pada tahun 1985.
Sebagai salah satu perusahaan penting di Indonesia, khususnya di Nanggroe Aceh Darussalam demi untuk kelangsungan operasinya sangat ditentukan oleh likuiditas jangka panjang perusahaan yang diukur melalui risiko likiuditas jangka panjang perusahaan dengan mengarnati kecendrungan beberapa rasio keuangan tertentu, terutarna rasio likuiditas jangka panjang, dimana nilai dari rasio-rasio tersebut dapat memprediksi risiko likuiditas jangka panjang perusahaan.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan suatu penelitian dengan judul: "Penggunaan Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Risiko
Likuiditas Jangka Panjang PT. Pupuk Iskandar Muda Lhokseumawe".
Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui likuiditas jangka panjang perusahaan pada PT. PIM berdasarkan rasio keuangan.
Hasil penelitian diperoleh bahwa risiko likuiditas PT. Pupuk Iskandar Muda relatif, yang dilihat berdasarkan beberapa rasio, yaitu sebagai berikut : berdasarkan rasio hutang, likuiditas jangka panjang cenderung tidak beresiko dari segi rasio hutang jangka panjang terhadap total asset karena total asset masih mampu menjamin hutang jangka panjang, sebagai contoh pada tahun 2003, setiap l hutang jangka panjang mampu dijamin dengan 1,515 total asset. Rasia interest coverage menunjukkan situasi yang sangat beresiko selama kurun waktu 1997 sampai tahun 2000, dengan nilai masing- masing 11,988, (12,646), (25,316) dan 20,045. Namun tahun 2003 mulai kembali mendekati nilai kewajaran dengan nilai sebesar 1315.
Rasia Aliran kas operasional terhadap total hutang sangat fluktuatif dan
mcngalami kond isi yang beresiko/tidak sehat selama tahun 1998 sampai tahun 2001, dan mulai terlihat stabil pada tahun 2002 dengan tingkat 19,2% dan tahun 2003 dengan tingkat 21,5%. Rasio Ali ran kas terhadap pengeluaran modal, walaupun berfluktuasi namun mengalami peningkatan setiap tahunnya, ini merpakan kondisi yang bagus untuk perusahaan. Akan tetapi kondisi tersebut menurun drastis pada tahun 2003 dengan nilai sebesar 2,325, hal ini kemungkinan besar disebabkan karena berkurangnya produksi perusahaan akibat berkurangnya supply gas dan minyak bumi.
Manajemen diharapkan lebih serius memperhatikan rasio hutang terhadap modal,
rasio interest coverage dan rasio aliran kas terhadap total hutang karena ketiga rasio ini memperlihatkan situasi yang beresiko selama beberapa tahun penelitian. Untuk menjamin siklus produk dapat menutupi pengeluaran kas, maka produksi juga perlu ditingkatkan.











Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK