<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="149715">
 <titleInfo>
  <title>PRINSIP KEPASTIAN HUKUM ELEKTRONIK TRAFFIC  LAW ENFORCEMENT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Dahlan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Ketentuan Pasal 30 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2012 &#13;
yang mengatur hukuman denda terhadap pelanggaran Electronic Traffic Law &#13;
Enforcement (ETLE) menimbulkan dualisme pembayaran. Denda dapat dibayar &#13;
setelah putusan pengadilan dan dapat dibayar sebelum putusan  pengadilan dengan &#13;
cara dititip pada bank yang ditunjuk Pemerintah. Dualisme ini menimbulkan &#13;
ketidakpastian hukum bagi masyarakat, karena denda yang dibayar melalui titipan &#13;
di Bank sebelum putusan pengadilan umumnya dibayar dengan jumlah maksimal &#13;
sesuai dengan pelanggaran. Belum jelasnya mekanisme pengembalian sisa denda &#13;
kepada pelanggar menimbulkan ketidakadilan dan ketidakpastian hukum bagi &#13;
masyarakat. Persoalan lainnya yaitu sebagian kendaraan sudah terjadi perubahan &#13;
hak milik, tapi nama di STNK masih atas nama pemilik sebelumnya, sehingga &#13;
surat tilang dikirim ke rumah sesuai nama yang tertera di STNK, padahal tidak &#13;
melakukan pelanggaran ETLE.   &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar yang menyebabkan &#13;
pengaturan ETLE belum memenuhi prinsip kepastian hukum, penerapan ETLE &#13;
yang memenuhi prinsip kepastian hukum di Indonesia dan konsep ideal &#13;
pengaturan ETLE dalam kerangka negara hukum di Indonesia. &#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Penggunaan &#13;
penelitian yuridis normatif karena menganalisis norma tentang ETLE dalam &#13;
perspektif kepastian hukum. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan &#13;
perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan perbandingan. &#13;
Bahan hukum yang digunakan yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder &#13;
dan bahan hukum tersier. Analisis data dilakukan secara preskriptif yang diuraikan &#13;
secara deskriptif analisis dengan cara memvalidasi data dan menginterpretasikan &#13;
data baik yang diperoleh melalui wawancara maupun data dari perpustakaan. Data &#13;
tersebut akan diolah dan disistematisasikan dalam pembahasan serta dianalisis &#13;
secara kualitatif. &#13;
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pengaturan ETLE belum memenuhi &#13;
prinsip kepastian hukum, kerangka hukum yang ada masih bersifat umum dankurangnya spesifikasi terkait aturan, prosedur, serta penyelesaian pelanggaran &#13;
yang tertangkap oleh sistem ETLE ini telah menciptakan ketidakpastian bagi &#13;
masyarakat untuk mendapatkan keadilan. Konsep ideal ETLE dalam negara &#13;
hukum menuntut kesesuaian dengan prinsip-prinsip keadilan, kepastian hukum, &#13;
dan perlindungan hak-hak individu, implementasi ETLE di Indonesia masih &#13;
belum sepenuhnya mencapai standar ini, beberapa masalah utama termasuk &#13;
pemberian sanksi sebelum putusan pengadilan, ketidakjelasan identifikasi &#13;
pelanggar, dan kurangnya akurasi data dalam sistem ETLE. Penerapan asas &#13;
kepastian hukum ETLE di Indonesia adalah pentingnya perbaikan dalam &#13;
penerapan ETLE, dengan membuat peraturan khusus mengenai ETLE, &#13;
penyesuaian kepastian proses hukum ETLE dan, peningkatan teknologi &#13;
identifikasi, kampanye edukasi masyarakat. &#13;
Saran, langkah utama yang harus dilakukan yaitu dengan merevisi &#13;
Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2012 dengan mengatur kembali hukuman &#13;
denda diberikan setelah putusan pengadilan. Disarankan kepada pemerintah &#13;
supaya menyediakan sarana dan prasarana yang memadai dan disarankan kepada &#13;
pihak lain untuk melanjutkan kajian ini khususnya pada aspek pembuktian &#13;
pelanggaran ETLE yang belum terdeteksi sepenuhnya pelaku pelanggaran, tapi &#13;
dijatuhkan hukuman denda kepadanya tanpa mengkonfirmasi siapa pelanggar.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TRAFFIC CONTROL - ROAD TRANSPORTATION - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>343.094 6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>149715</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-07 19:03:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-10 10:18:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>