<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="149707">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PEMBUATAN MANISAN KOLANG-KALING BASAH (ARENGA PINNATA L.) METODE PEMERAMAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muliadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
RINGKASAN &#13;
Manisan kolang-kaling adalah produk pangan olahan dari kolang-kaling  (biji buah tanaman aren yang sering Juga disebut dengan endosperm) yang ditambahkan larutan gula berkonsentrasi tertentu dengan atau tanpa bahan  tambahan makanan yang diizinkan. Manisan kolang-kaling di produksi dalam 2  jenis hasil olahan, yaitu manisan kolang-kaling basah  kering. Metode pembuatan manisan kolang-kaling yang berkembang di masyarakat sangat  beragam dan  perlakuan pendahuluan terhadap kolang­ kaling scperti cara pencucian, proses perendaman awal, proses penambahan  beragam. Perbedaannya dimulai  dari  larutan gula dengan pemanasan ataupun tidak, sampai pada proses akhir menggunakan metode pemeraman atau tanpa pemeraman. Proses perendaman  dapat dilakukan dengan air garam, air kapur, atau air beras. Perendaman awal  dengan menggunakan air garam bertujuan untuk menghilangkan rasa sepat, dan  asam. Perendaman dalam air kapur berfungsi untuk mempertahankan kekerasan tekstur permukaan, serta perendaman dengan air beras bertujuan untuk  menjernihkan dan mengesatkan kolang-kaling. Hasil survei di lapangan banyak masyarakat pengrajin manisan kolang-kaling beranggapan bahwa, semakin lama  pemeraman yang dilakukan maka semakin baik pula rasa, aroma, dan tekstur  manisan kolang-kaling yang akan dihasilkan. Namun hal ini belum teruji secara  ilmiah, karena pemeraman terlalu lama juga dikhawatirkan menyebabkan  terjadinya peningkatan kandungan zat - zat kimia yang tidak diinginkan, seperti  zat asam.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perendaman dengan air  beras, perbedaan konsentrasi gula, dan lama pemerman terhadap mutu manisan  kolang-kaling basah yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan } ulangan, analisis data dengan ANOVA dan uji lanjut BNT. Variabel yang digunakan adalah kombinasi cairan perendam = R (air biasa dan air beras), Konsentrasi larutan gula = G (40 dan 60 %), dan lama pemeraman P(3, 7, dan I4 hari). Parameter yang dianalisis adalah kekerasan (hardness), kejernihan, total asam, keasaran (pH), kadar air,  kadar gula, dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa,  dan tekstur) manisan kolang­kaling basah yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan perendaman  (R) memberikan pengaruh yang sangat nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>149707</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-07 16:20:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-07 16:20:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>