PENGARUH PENJUALAN, INTENSITAS MODAL, ALIRAN KAS INTERNAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGELUARAN MODAL (CAPITAL EXPENDITURE) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR BURSA EFEK JAKARTA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PENJUALAN, INTENSITAS MODAL, ALIRAN KAS INTERNAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGELUARAN MODAL (CAPITAL EXPENDITURE) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR BURSA EFEK JAKARTA


Pengarang

Yudi Iswady - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0111310129

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi Univeristas Syiah Kuala., 2006

Bahasa

Indonesia

No Classification

657.76

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penjualan, intensitas modal, aliran kas internal dan ukuran perusahaan terhadap pengeluaran modal (capital expenditure) pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Perusahaan yang menjadi sampel peneltian hanya 4 perusaaan. Data yang digunakan adalah data time series yang bersumber dari laporan kuangan selama tahun (2000-2005). Selanjutnya peralatan analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda (multiple liner regression). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan berpengaruh positif terhadap pengeluaran modal perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Sebaliknya intensitas modal, aliran kas internal dan ukuran perusahaan justru berpengaruh negatif, Hal ini ditunjukkn oleh persamaan regresi Y 1294,280 + 0,175X, 37.098,3X - 0,174X3 ­ 0,I05X4. Nilai koefisien korelasi menunjukan angka sebesar 0,445 yang berarti bahwa hubungan antara keempat variabel independen tersebut pengeluaran modal tengolong lemah. Selanjutnya nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,I98 bermakma sebesar I9.8 persen pengeluaran modal (capital expenditure) dipengaruhi oleh empat variabel independen tersebut. Sisanya sebesar 80,2 persen lagi (1-0. 198) dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil pengujian statistik menunjukkan nilai f hitung sebesar I0, 204 dengan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat diartikan bahwa keempat variabel independent (penjualan, intensitad modal, aliran kas internal, dan ukuran perusahaan ) secara serempak (simultan) berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran modal perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta, sehingga hipotesis Ha l diterima, sebaliknya hipotesis Ha2 ditolak. Hasil pengujian secara parsial diketahui bahwa variabel penjualan diperoleh nilai t hitung sebesar 5,441 dengan nilai sig. sebear 0,000. Untul variabel intensitas modal diperoleh nilai t hitung sebesar -0,78 dengan nilai sig. sebesar 0,461. Selanjutnya untuk las hitung masing-masing scbesar -2760 dengan ilai sig sebesr 0,006 dan ukuran perusahaan -4,359 dengan nilai sig sebesar 0,000.Diantara empat variabel independent tersebut varibel dengan nilai sig di bawah 0,05 adalah variabel intensitas modal yakni sebesar 0,461 Sebaliknya tiga variabel lainnya, yakni penjualan, aliran kas internal dan ukuran perusahaan dengan nilai sig dibawah 0,05 Dengan demikian dapat diartikan secara parsial variabel penjualan, aliran kas internal dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap pergeluaran modal Setalily.a variabel intensitas modal secara pars.ial tidal berpengaruh signifila terhadap penge loan modal (capital expenditure) Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah secara serempak penjualan, intensitas modal, aliran las internal dan ukuran perusahaan berpengaruh igrifikn terhada pengeluaran modal perusahaan manufaktur di BEJ Jakarta. Sedangkan secara persial. hanya variabel intensitas modal yang tidak berpengaruh signifikan terhadap pengeluran modal

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK