<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="149635">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KINERJA SAHAM SETELAH IPO (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yulisnawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi Univeristas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Banyak penelitian yang telah dilakukan di berbagai negara tentang kinerja saham  setelah initial Public Offering (1PO). Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kinerja saham setelah IPO mengalami penurunan dalam jangka pendek.  Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 35 perusahaan yang melakukan IPO di  tahun 200I dan 2002. Yang menjadi tolak ukur dalam penelitian ini adalah return saham  Metode analisis yang digunakan adalah uji t beda 2 rerata (paired sample t test),  dilakukan dengan cara menbandingkan antara kinerja saham saat IPO dengan kinerja setelah  IPO. Berdasarkan pengamatan terhadap harga saham selama 22 hari perdagangan di pasar sekunder, menunjukkan bahwa sekitar 82,9% perusahaan yang menjadi sampel mendapatkan  initial return pada saat hari pertama masuk ke pasar sekunder. Hal ini juga menandakan adanya fenomena underpricing. Selain itu pula harga saham bergerak naik-turun tanpa  mengikuti pola tertentu, menyebabkan return yang diperoleh juga mengalami pergerakan yang  tidak terpola.  Dan hasil perbandingan antara return di pasar perdana dengan rata-rata return di pasar  sekunder, menunjukkan rata-rata return di pasar sekunder bernilai negatif dan berbeda  signifikan dengan saat IPO, ini berarti kinerja saham setelah IPO mengalami penurunan  Kemudian dilakukan pengujian dengan menggunakan metode paired sample t test yang  menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara return saham saat IPO dengan  return saham setelah IPO. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis yang diajukan yaitu  kinerja saham setelah IPO mengalami penurunan dalam jangka pendek  &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STOCK CONTROL - MATERIAL MANAGEMENT</topic>
 </subject>
 <classification>658.787</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>149635</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-07 09:58:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-07 10:40:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>