<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="149603">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS HISTOPATOLOGI HATI MENCIT PASCA PEMBERIAN TOKSISITAS AKUT CAMPURAN EKSTRAK ETANOL JAHE, KUNYIT, SERAI DAN HABBATUSSAUDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Salsabila Al Chusna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Biologi Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan campuran ekstrak etanol jahe, kunyit, serai dan habbatussauda (JKSH) &#13;
dengan variasi dosis diduga akan memberikan indikasi yang berbeda pada organ &#13;
tubuh, khususnya hati. Lebih dari 900 jenis obat kimia dan herbal dilaporkan dapat &#13;
menyebabkan kerusakan hati. Ketepatan dosis obat sangatlah penting, jika &#13;
penggunaan berlebihan akan memiliki efek toksik bagi tubuh. Berdasarkan penelitian &#13;
yang telah dilakukan, hingga pemberian dosis 5000 mg/kgBB tidak ditemukan &#13;
kematian pada hewan uji. Hal ini menunjukkan campuran ekstrak etanol JKSH tidak &#13;
bersifat toksik. Namun, terjadi perubahan pada organ hati secara makroskopis serta &#13;
perubahan perilaku pada hewan uji seperti kejang dan agresif. Hal tersebut diduga &#13;
karena penggunaan campuran ekstrak etanol JKSH dapat mempengaruhi sel-sel pada &#13;
organ hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi struktur organ hati &#13;
pasca pemberian toksisitas akut campuran ekstrak etanol JKSH menggunakan &#13;
analisis histopatologi. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan &#13;
Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri &#13;
dari kontrol, campuran ekstrak etanol JKSH dengan dosis 1000 mg/kgBB, 2000 &#13;
mg/kgBB, 3000 mg/kgBB, 4000 mg/kgBB dan 5000 mg/kgBB yang diberikan secara &#13;
oral. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pengamatan secara &#13;
mikroskopis jumlah sel hati yang mengalami degenerasi, nekrosis, serta adanya &#13;
hemoragi, hiperemi, inflamasi, fibrosis, perlemakan hati dan diameter vena sentralis. &#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian campuran ekstrak etanol JKSH &#13;
menyebabkan terjadinya kerusakan hati berupa nekrosis mulai dari dosis 1000 &#13;
mg/kgBB, degenerasi mulai dosis 4000 mg/kgBB, hiperemi mulai dosis 5000 &#13;
mg/kgBB, hemoragi mulai dosis 3000 mg/kgBB dan inflamasi mulai dosis 4000 &#13;
mg/kgBB. Pemberian campuran ekstrak etanol JKSH tidak menyebabkan terjadi &#13;
perlemakan hati, fibrosis hati dan perubahan diameter vena sentralis, sehingga &#13;
ekstrak tanaman ini tidak mengakibatkan gangguan kronis pada hati. Dosis aman &#13;
untuk dikonsumsi adalah dibawah 1000 mg/kgBB.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HERBACEOUS PLANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS - PHARMACOGNOSY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HERBALS - PHARMACOGNOSY</topic>
 </subject>
 <classification>615.321</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>149603</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-06 12:59:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-07 11:00:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>