Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KINERJA KEUANGAN SETELAH RIGHT ISSUE PADA PERUSAHAAN YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA
Pengarang
Fatimah Sibarani - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0301102010012
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Manajemen (S1) / PDDIKTI : 61201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2008
Bahasa
Indonesia
No Classification
658.15
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan setelah right issue pada perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia (BEi). Sampel dalam penelitian ini adalah
11 perusahaan yang tergolong ke dalam kategori perusahaan manufaktur yang melakukan right issue selama periode 2002, 2003 dan 2004 di Bursa Efek Jakarta. Oengan menggunakan uji beda t (Paired sample t-test), penelitian ini membandingkan kinerja keuangan 2 tahun sebelum right issue dan 2 tahun setelah right issue untuk mengetahui kinerja keuangan setelah right issue.
Kinerja keuangan dilihat dengan menggunakan variabel Current Ratio (CR), Quick Ratio (QR), Inventory Turnover Ratio (ITR), Total Assets Turnover (TATO), Debt Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE).
Hasil Penelitian ini menemukan bahwa kinerja keuangan tidak mengalami penurunan setelah right issue, bahkan cenderung meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan nilai mean variabel CR, QR, ITR, TATO, dan ROE yang meningkat setelah right issue, serta nilai mean DER yang cenderung menurun. Meskipun mean variabel NPM dan ROA tidak mengalami peningkatan.
Peningkatan kinerja keuangan setelah right issue ini kemungkinan disebabkan faktor ekonomi makro dimana kondisi ekonomi lndonesai semakin membaik mulai tahun 2000. Pada tahun tersebut Indonesia sudah mulai terlepas dari pengaruh krisis moneter dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat dari 1,0% pertahun di tahun 1999 menjadi 4,8 % pertahun di tahun 2000.
Isu lain yang juga mempengaruhi peningkatan ini menjadi tidak signifikan adalah
naiknya harga minyak mentah di pasar internasional yang berakibat pada inflasi dan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berimbas pada naiknya harga bahan baku untuk produksi, hal ini sangat dirasakan oleh perusahaan yang bergerak di industri manufaktur.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH UMUR PERUSAHAAN, UKURAN MANAJEMEN PUNCAK, RETURN ON ASSET, UKURAN PERUSAHAAN DAN FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP PENILAIAN INVESTOR PADA PERUSAHAAN NON KEUANGAN YANG MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFRERING DI BURSA EFEK INDONESIA (Marlina, 2025)
ANALISIS KINERJA KEUANGAN SETELAH RIGHT ISSUE PADA PERUSAHAAN YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (Fatimah Sibarani, 2025)
PENGARUH STRUKTUR MODAL, REVALUASI ASET TETAP, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN YANG MELAKUKAN RIGHTS ISSUE PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. (KHAIRUNNISA, 2025)
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN , RETURN ON EQUITY, FINANCIAL LEVERAGE DAN EARNINGS PER SHARE TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING DALAM PENAWARAN UMUM PERDANA (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN GO PUBLICRNDI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2002-2007) (Nurfitriana, 2024)
PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE DAN MODAL KERJA TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA) (Melinda Aitami, 2024)