<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="149479">
 <titleInfo>
  <title>SURVEI PREVALENSI INFEKSI VIRUS PENYAKIT MULUT DAN KUKU BERDASARKAN SPESIES SAPI RNDI KABUPATEN ACEH BESAR.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RANDA JUNEDRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>SURVEI PREVALENSI INFEKSI VIRUS PENYAKIT MULUT DAN KUKU BERDASARKAN SPESIES SAPI &#13;
DI KABUPATEN ACEH BESAR&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Penyebaran penyakit mulut dan kuku dikenal dengan berbagai nama diantaranya adalah apthae epizootica (AE), aphtous faver, hingga foot and mouth disease.Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan jenis penyakit yang bersifat infeksius dan akut serta penularannya sangat tinggi pada hewan berkuku genap atau belah dengan penyebab utama penyakit PMK yaitu virus genus Apthovirus penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi infeksi virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada berbagai spesies sapi di Kabupaten Aceh Besar. Mengingat pentingnya sektor peternakan dalam menyediakan kebutuhan pangan dan protein hewani, serta dampak serius dari wabah PMK yang muncul sejak April 2022, penelitian ini berfokus pada perbedaan prevalensi infeksi berdasarkan spesies sapi yang ada. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan wawancara terstruktur dan pengumpulan data dari 9 Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam prevalensi infeksi PMK antara spesies sapi, dengan spesies sapi Aceh, Bali, Peranakan Ongole, Angus, Brangus, Simental, dan Limosin memiliki prevalensi di atas 80%, sementara Brahman di bawah 70%. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan ini meliputi kepadatan populasi, suhu lingkungan, serta cara pemeliharaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengelolaan kesehatan hewan dan pencegahan wabah PMK di daerah peternakan, serta menjadi acuan untuk penelitian lebih lanjut mengenai variabel lain yang mempengaruhi prevalensi infeksi PMK.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Penyakit Mulut dan Kuku, prevalensi, spesies sapi, Aceh Besar, survei.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>149479</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-04 16:52:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-05 08:24:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>