PRARANCANGAN PABRIK HIGH FRUCTOSE SYRUP (HFS-90) DARI PATI UBI KAYU DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 11.178 TON/TAHUN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PRARANCANGAN PABRIK HIGH FRUCTOSE SYRUP (HFS-90) DARI PATI UBI KAYU DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 11.178 TON/TAHUN


Pengarang

Rizkan Isnaini Sanofa - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0504103010063

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Kimia (S1) / PDDIKTI : 24201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik.,

Bahasa

Indonesia

No Classification

660

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Prarancangan pabrik High Fructose Syrup (HFS-90) menggunakan proses pembuatan secara enzimatis. Bahan baku untuk memproduksi HFS-90 adalah pati ubi kayu (Manihot Esculenta), dimana pati ubi kayu diperoleh dari PT. Budi Acid Jaya, Lampung. Kapasitas produksi pabrik HFS-90 adalah 11.178 Ton pertahun dengan masa kerja 330 hari pertahun. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PD dengan menggunakan struktur organisasi garis dan staf. Kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini
berjumlah 160 orang. Lokasi pabrik direncanakan didirikan di Desa Alur Manis, Kabupaten Aceh Tamiang, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dengan luas tanah 18.000 m2. Sumber air pabrik ini berasal dari Sungai Tamiang dengan total kebutuhan air sebesar 29.647,96
kg/jam, serta untuk memenuhi kebutuhan listrik sebesar 3,31 MW diperoleh dari satu unit generator turbin uap dan satu unit generator diesel.
Hasil analisa ekonomi yang diperoleh adalah sebagai berikut.

a. Fixed Capital Investment : Rp. 113.591.681.300
b. Working Capital Investment : Rp. 20.045.590.818
C. Total Capital Investment : Rp. 133.637.272.118
d. Total Biaya Produksi :Rp. 95.011.215.643
e. Hasil Penjualan : Rp. 163.872.066.310
f. Laba Bersih : Rp 51.645.638.000
g. Pay Out Time (POT) : 7,14 tahun
h. Break even Point (BEP) : 51,83%

I. Internal Rate of Return (IRR) : 14,80%

Berdasarkan studi kelayakan teknis dan ekonomis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa prarancangan pabrik HFS-90 ini layak untuk dilanjutkan ke tahap rancangan.

Hasil analisa ekonomi yang diperoleh adalah sebagai berikut.

a. Fixed Capital Investment : Rp. 1 I 3.591.681.300 b. Working Capital Investment : Rp. 20.045.590.818
C. Total Capital Investment : Rp. 133.637.272.118 d. Total Biaya Produksi :Rp. 95.011.215.643 e. Hasil Penjualan : Rp. 163.872.066.310 f. Laba Bersih : Rp 51.645.638.000 g. Pay Out Time (POT) : 7,14 tahun
h. Break even Point (BEP) : 51,83%

I. Internal Rate ofReturn (IRR) : 14,80%

Berdasarkan studi kelayakan teknis dan ekonomis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa prarancangan pabrik HFS-90 ini layak untuk dilanjutkan ke tahap rancangan.




















Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK