<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="149397">
 <titleInfo>
  <title>MODEL  PENDUGAAN  MUTU  BUAH JAMBU  BIJI (PSIDIUM GUAJAVA  L.)  SELAMA PENYIMPANAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yatul Hidayat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jambu biji  ( Psidium guajava L ) merupakan  salah satu produk  hortikultura  yang termasuk  komoditas  internasional.  Lebih dari 150 negara  telah membudidayakan jambu biji,  diantaranya   Jepang,   India,  Taiwan,   Brazil,   Australia,   Filipina,   Malaysia,   clan Indonesia.  Jambu  biji  banyak  disukai oleh  masyarakat   Indonesia  selain  buahnya  yang segar untuk di konsumsi juga berkhasiat sebagai  obat penyembuh  sakit perut atau diare. Jambu   biji   di   Aceh   dikenal   dengan   Geulima   Breueh.   Bu.ah  jambu   biji   banyak mengandung  vitamin  C yang bermanfaat  bagi  kesehatan.&#13;
Jambu  biji  yang  sudah  di  panen  dapat juga mengalami  penurunan   kualitasnya karena  penanganan   yang  kurang  tepat  dan  pengaruh   suhu  penyimpanan.  Kandungan dalam  buah jambu  biji dapat  diprediksi  dengan  menggunakan  model  yang dibuat  untuk menduga  penurunan  kandungan  dan  laju penurunan   kandungan  pada  buah jambu  biji. Ruang  penelitian   ini meliputi   :    analisis  kandungan   buah  jambu   biji  dan  pembuatan model.&#13;
Penentuan   model   dilakukan   dengan   dua   cara,   yaitu  :       untuk   menduga   laju&#13;
penurunan  menggunakan   persamaan  Arrhenius,  sedangkan  pendugaan  kadar  kandungan buah jambu biji   selama penyimpanan  menggunakan  tahapan  untuk  memperoleh  model.&#13;
Dari  hasil  penelitian,   diperoleh   bahwa   kandungan   vitamin   C  clan  kadar  air&#13;
menurun  selama penyimpanan,  sedangkan  pH dan susut bobot  meningkat.&#13;
Selama  penyimpanan,  pada  suhu  10C  menunjukkan  penyimpanan   yang  baik dibandingkan dengan suhu 27-30C (suhu ruang).                   .&#13;
Model  pendugaan   kadar  kandungan   buah  jambu  biji  bangkok  basil  penelitian&#13;
adalah:&#13;
Vitamin  C:	C=86,83  eon &#13;
Ct= 86,83 e00082	pada suhu 10C&#13;
pada suhu 27-30 C&#13;
Bobot:&#13;
&#13;
&#13;
pH:	B,=100e002&#13;
B = 100 e0.0&#13;
pH = 3,69 0.0079	pada suhu  10c pada suhu 27-30 C pada suhu 10 C&#13;
	pH =3,69 e00\st	pada suhu 27-30C&#13;
Kadar Air:	KA, = 88,80 e00m74	pada suhu  10 C&#13;
	KA,= 88,80 e00233	pada suhu 27-30 C&#13;
Model pendugaan  laju penurunan  mutu buahjambu biji Bangkok adalah:&#13;
Vitamin  C:                    k= 43,380013400/ Bobot:                            k=6,08 x 10° 4315 (/ pH:                                 k=4,68e60$0r&#13;
Kadar Air:                     k=2,003  e\.$941  0/&#13;
Validasi   model   dapat   dilakukan    dengan   membandingkan  antara   data   yang diperoleh  pada percobaan  dengan data yang dihasilkan  dari model, dengan  cara mencari&#13;
% error dan  koefisien  determinasi  serta  standar  deviasi  dari  model.  Dari  hasil  validasi,&#13;
model tersebut  dianggap  valid apabila  setelah  dilakukan  pengujian persen  error yang di&#13;
hasilkan  lebih kecil dari 5  %. Menurut  Syarif (1993) koefisien  determinasi sebesar  0,95 sudah  sangat  memadai.   Semakin   kecil  %  error  yang  dihasilkan,   dan  makin  tinggi koefisien  determinasi model tersebut,  maka  model itu akan  semakin baik. Pengujian ini dilakukan  dengan  perbandingan   rerata  (Mean  Comparison),  koefisien  determinasi  dan standar  error  didapatkan   persen  error  untuk  model  pendugaan   kandungan  vitamin  C&#13;
0,40  % pada  suhu  10&quot;C  dan 0,14  % pada suhu  27C,  susut  bobot  1,997  % pada  suhu pada  suhu  10'C  dan 1,33  % pada  suhu 27C,  pH  2,05 % pada suhu  10&quot;C  dan  2,36  % pada suhu 27&quot;C dan kadar air 3,01  % pada suhu  10&quot;C dan 2,07 % pada suhu 27C yang menunjukkan  bahwa model  ini di anggap  valid karena nilai persen  errornya  lebih  kecil dari   5%,   koefisien   deterrninasinya   untuk   model   pendugaan   kandungan   vitamin   C&#13;
0.9908  pada suhu  10C  dan  0,997 pada suhu 27C,  bobot  0,9967   pada suhu  10C  dan&#13;
0,9977 pada suhu 27C,  pH 0,9871  pada suhu  10C dan 0,965 pada suhu 27C, kadar air&#13;
0,9982  pada suhu  10C dan 0,9865  pada  suhu  27C dalam  artian  model  ini di  anggap valid  karena  nilai  koefisien   determinasinya   lebih  tinggi  dari   0,95  maka   model  ini dianggap  valid&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GUAVAS - ORCHARD CROP</topic>
 </subject>
 <classification>634.421</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>149397</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-03 12:24:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-03 16:32:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>