<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="149395">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN EKSTRAK UMBI GADUNG RACUN (DIOSCOREA HISPIDA DENNST) SEBAGAI BIOINSEKTISIDA TERHADAP SEMUT MERAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahmad Sanusi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Kajian pemanfaatan mengenai efek fraksi alkaloid  dari  ekstrak kasar umbi gadung  macun (Dioscorea hispida Denst) telah berhasil dilakukan terhadap semut merah Penelitian  ini  bertujuan untuk menentukan kadar toksisitas  dari  ekstrak umbi  gadung racun (Dioscorea hispida Dennst) dan membandingkan pelarut yang digunakan yaitu air dan N-Heksan. Penelitian ini meliputi ekstraksi fraksi alkaloid total, penentuan toksisitasnya,  serta pengamatan mengenai efek  dosis  letal dari  fraksi  alkaloid yang diberikan pada semut merah dengan peyemprotan. Cara untuk mengambil alkaloid dari umbi gadung racun (Dioscorea huspida Dennst  menggunakan metode ekstraksi padat cair dengan menggunakan alat sokhlet dengan waktu operasi  4  jam. Ekstrak yang telah dihasilkan kemudian dimasukkan  ke alat rotary evaporator untuk menghilangkan pelarut. Kemudian ekstrak  disemprotkn pada semut merah. Analisa toksisitas yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode  Busvine-Nash  yaitu dengan menghitung probit dan nilai LC. Penelitian ini mendapatkan nilai LC sebesar 0,186 ppm untuk ekstrak yang menggunakan pelarut air dan nilai LC sebesar 0,107 ppm untuk pelarut N­  Heksan. Sehingga pelarut air lebih baik dari pada pelarut  N-Heksan.  Didapatkan  indikasi bahwa fraksi  alkaloid memberikan gangguan terhadap mekanisme  susunan saraf pada semut merah. &#13;
Kata kunci : Alkaloid, Ekstraksi, Toksisitas, Umbi Gadung  &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>INSECTICIDES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DIOSCOREALES</topic>
 </subject>
 <classification>668.651</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>149395</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-03 12:20:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-04 11:59:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>