<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="149281">
 <titleInfo>
  <title>RUMAH SUSUN SEDERHANA DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Melly Devita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
Rumah merupakan salah satu kebutuhan manusia, selain sandang (pakaian) dan pangan (makanan). Sebagai tempat tinggal, rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berteduh dan berlindung tetapi juga memenuhi aspek dan kesehatan, mempunyai luas ruangan yang cukup serta dilenglapi dengan fasilitas yang memadai, termasuk sarana lingkungannya. Indonesia merupakan Negara yang mempunyai jumlah penduduk yang besar maka perumahan dan pemukiman merupakan begian dari permasalahan nasional. Sementara setiap tahun terjadi pertambahan penduduk hamper mencapai tiga juta jiwa dengan rata-rata satu keluarga terdiri dari lima orang. Sementara itu, kondisi tempat tinggal sebagian penduduk Indonesia saat ini belum memenuhi persyaratan seperti yang terebut diatas, Bencana alam yang maha dahsyat yang melanda Nangroe Aceh Darussalam dan Nias menelan korban belasan ribu jiwa serta meluluhlantakkan bangunan-bangunan. Akibatnya banyak warga yang kehilangan rumah sebagai tempat bernaung bersama aggota keluarga. Untuk itu sebagian dari warga korban bencana mencari alteratif berupa rumah sewa. Dan Pemerintah Banda Aceh memberikan bantuan rumah dengan lahan terbatas dikarenakan ini harga jual lahan kita mahal, membuat masyarakat golongan kebawah kian sulit memiliki sebuah rumah. Konsep inilah yang melahirkan gagasan untuk perancangan rumah oleh pemda Banda Aceh dalam skala vertical. Dimana kebutuban akan rumah bagi masyarakat korban tsunami yang rata-rata golongan menengah kebawah diharapkan mewadahi, dan dari melambungnya harga jual lahan terjawab dengan pembangunan perumahan secara vertical dalam wujud Rumah Susun Sederhana di Aceh Banda &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DWELLINGS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>728</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>149281</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-31 10:12:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-31 10:23:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>