KAJIAN PEMBUATAN SUSU BUBUK DARI KEDELAI (GLYCINE MAX MERRILL) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN PEMBUATAN SUSU BUBUK DARI KEDELAI (GLYCINE MAX MERRILL)


Pengarang

Reza Fadhilla - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9851511574

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2005

Bahasa

Indonesia

No Classification

664.726

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan pada susu cair, adalah dengan memproduksi susu bubuk. Akan tetapi pengeringan susu kedelai tidak boleh merusak kandungan gizi susu bubuk yang dihasilkan. Untuk mengubah susu cair menjadi susu bubuk diperlukan suatu teknologi pengeringan susu cair yang handal. Produk susu bubuk ini juga harus memiliki daya larut yang tinggi sehingga dapat larut dengan cepat di dalam air atau yang sering disebut dengan
instant.

Spray dryer sudah lazim digunakan untuk memproduksi susu bubuk dari susu sapi, namun belum banyak di pakai dalam pembuatan susu bubuk kedelai oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kondisi operasi spray dryer yang optimum dalam memproduksi susu bubuk kedelai. Diantara kondisi operasi yang cukup menentukan untuk menghasilkan susu bubuk yang baik adalah temperatur dan tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan susu kedelai bubuk dengan spray dryer, dan pengaruh variasi temperatur udara pemanas dan tekanan udara atomizer pada spray dryer terhadap kualitas produk yang dihasilkan.
Pelaksanaan penelitian ini menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial pola 3 x 3 dengan tiga ulangan yaitu Faktor suhu udara pemanas (T) yang terdiri dari 3 taraf yaitu T, = 100C, T,= 200C dan T,= 300C. Faktor tekanan udara atomizer (Y) yang terdiri dari 3 taraf yaitu Y1 = 4 bar, Y= 5 bar, dan Y%= 6 bar.

Hasil analisis sidik ragam (Lampiran Sb) menunjukan bahwa suhu dan tekanan alat, serta interaksi keduanya memberikan pengaruh yang sangat nyata (P0,05).
Uji organoleptik warna susu bubuk kedelai menunjukkan pengaruh sangat nyata (Ps0,0I) terhadap suhu perlakuan, sedangkan pada perlakuan tekanan dan interaksi antara suhu dan tckanan menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05) (Lampiran 10b). Nilai organoleptik aroma susu bubuk kedelai (lampiran I lb) menunjukkan bahwa faktor tekanan dan interaksi suhu dan tekanan berpengaruh nyata (Ps0,0I), sedangkan perlakuan pada faktor suhu menunjukkan pengaruh yang sangat nyata (P0,05), sedangkan perlakuan pada faktor suhu menunjukkan pengaruh sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK