<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="149121">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KETEBALAN ADONAN DAN WAKTU PENGUKUSAN TERHADAP MUTU RENGGINANG UBI KAYU (MANIHOT ESCULENTA SP)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hilka Yuliani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
Indonesia kaya hasil   pertanian sumber karbohidrat  ubi salah  satunya yaituubi kayu. Ubi kayu mengandung 62-65%  kadar air dan mempunyai ketahanan simpan 48 jam setelah panen. Dikarenakan cepat membusuk, maka ubi kayu perlu dilakukan proses pengolahan lebih lanjut untuk memperpanjang daya simpan serta yang dapat meningkatkan nilai jualnya. Di tingkat petani, upaya untuk mengolah ubi kayu menjadi produk olahan yang dapat meningkatkan nilai jual juga sudah dilakukan, hanya saja macam variasi produk olahannya masih sangat terbatas dan kebanyakan produk olahannya bersifat setengah basah ataupun daya simpan produknya relatif  kayu. Ubi kayu mengandung 62.-65  %  terbatas, sehingga jangkauan pasar yang dapat dicapai relatif terbatas dan jumlah bahan baku ubi kayu yang terserap juga relatif sedikit.  dapat dilakukan dengan menambah variasi olahan produk ubi kayu yaitu pembuatan rengginang ubi kayu Diharapkan dengan menambah variasi produk olahan ubi kayu maka tingkat pemanfaatan dan konsumsi  dan  Untuk meningkatkan daya simpan  maka  nilai jual  ubi  kayu dapat ditingkatkan. Selain dapat menunjang kecukupan gizi masyarakat dan diversifikasi pangan, usaha tersebut akan memberikan nilai tambah yang memadai dan mendorong pengembangan  ubi kayu. Untuk menghasilkan rengginang ubi kayu yang bermutu tinggi maka dalam proses pembuatan rengginang yang perlu diperhatikan adalah ketebalan adonan dan waktu pengukusan. Ketebalan adonan dan waktu pengukusan diduga berpengaruh  usaha  terhadap mutu rengginang ubi kayu yang dihasilkan Penelitian ini secara urum bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan ubi  kayu menjadi rengginang dan secara khusus untuk melihat pengaruh ketela  adonan dan lama pengukusan terhadap mutu nengginang  ubi  kayu  Penelitian  ini  dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok  (RAK) faktorial dengan menggunakan 2 (dua) faktor, yaitu ketebalan adonan (5 mm.  10 mm dan 15 mm) dan waktu pengukusan (20 menit, 40 menit dan 60 menit)  Dengan demikian terdapet 9 kobinasi perlakuan dengan 3 ulangan se hingga  diperoleh 27 satuan percobaan. Parameter yang diamati pada rengginang ubi kayu  adalah rendemen, kadar air, ladar lemak, dan kadar pati, serta uji organoleptkl  (hedonil) berupa warna, aroma, rasa  dan kerenyahan.&#13;
  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan adonan berpengaruh sangat  nyata (Sig &lt; 0,01) terhadap rendemen, kadar air, kadar lemak,  dan kadar pati  rengginang ubi kayu. Waktu pengukusan berpengaruh sangat nyata (Sig &lt; 0.01) terhadap rendemen, kadar air, kadar lemak, kadar pati, warna kerenyahan, rasa dan  aroma renggang ubi kayu. Interaksi antara ketebalan adonan dan waktu pengukusan  berpengaruh sangat nyata terhadap kadar lemak dan kadar pati  Rengginang ubi kayu yang dihasillan pada penelitian  ini  telah memenuhi  syarat mutu kerupuk Perlakuan terbaik diperoleh dari kombinasi perlakuan K1W1,  ketebalan adonan 5 mm dan waktu pengukusan 20 menit.k ombinasi perlakuan  ini  menghasilkan rendemen  43,77% kadar air 3,53% bb, kadar  lemak 0,51%  kadar pati 14,79% serta warna kerenyahan, rasa dan aroma renggiang yang baik&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DRYING PROCESSES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FOOD- COMMERCIAL PROCESSING - TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>664</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>149121</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-23 16:25:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-31 16:02:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>