<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="149113">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONSENTRASI GULA MERAH DAN TEMPE KEDELAI BUBUK TERHADAP MUTU KECAP AIR KELAPA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nora Sorgawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN &#13;
 kelapa khususnya di Provinsi NAD masih sangat terbatas Selama ini pengolahan air kelapa yang  Peranfaatan  air  sudah  dilakukan di daerah Aceh berupa  pembuatan  nata de coco dan sirup air kelapa  Padahal air kelapa juga bisa diolah menjadi produk lain seperti kecap air kelapa Kecap adalah salah satu produk bahan makanan hasil fermentasi oleh kapang seperti hrzopus sp, Aspergllus oryae, dan Aspergillus niger sehingga menghasilkan cairan yang berwarna coklat Kecap mempunyai citarasa yang enak dan aroma yang tajam sehingga banyak disukai oleh masyarakat Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pembuatan kecap air kelapa adalah penambahan gula merah, tempe kedelai bubuk, dan bumbu-bumbu Gula merah yang dipergunakan dalam pembuatan kecap berguna untuk menambah warna hitam kecoklatan dan aroma yang khas. Penambahan tempe kedelai bubuk berguna sebagai sumber protein tambahan pada kecap. Bumbu-bumbu yang ditambahkan berguna sebagai bahan untuk memberi rasa, warna, dan aroma pada kecap Penelitian  ini  bertujuan untuk pemanfaatan limbah air kelapa, selain itu Juga untuk menentukan jumlah gula merah dan tempe kedelai bubuk yang tepat sehingga diperoleh kecap air kelapa yang bermutu baik. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri  atas 2 faktor, yaitu faktor G (konsentrasi gula merah) yang terdiri atas taraf yaitu G1 = 20%, G2 = 40%, dan G3 = 60% dan bobot air kelapa, dan faktor T (konsentrasi tempe kedelai bubuk) yang terdin atas 3 taraf yaitu T1, 5%  T2%= 10%, dan T3 = 15% dari bobot air kelapa Parameter yang diamati adalah kadar protein, kadar air, kadar gula, dan uji organoleptik (warna, rasa, dan aroma)  Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam serta uji lanjut BNT.&#13;
  Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor konsentrasi gula merah berpengaruh sangat nyata (P &lt; 0,0I) terhadap kadar air, kadar gula, nilai  organoleptk warna, rasa, dan aroma dan berpengaruh nyata (P0,05)  ( 0,05) pada nilai organoleptlik rasa Interaksi antara konsentrsi gula merah dan konsentrasi tempe kedelai bubuk  berpengaruh sangat nyata (P 0,01) terhadap kadar air, nilai organoleptik warna,  dan aroma, dan berpengaruh nyata (P &gt;0,05) terhadap kadar protein, tetap  berpengaruh tidak nyata (P &gt; 0,05) terhadap kadar gula, dan nilai organoleputik  rasa.&#13;
  Peningkatan konsentrasi gula merah menyebabkan kadar protein kecap  cenderung meningkat karena adanya peningkatan konsentrasi gula merah yang ditambahkan,  kadar  air kecap cenderung menurun karena gula mempuyai  kemampuan untuk mengikat air sehingga jumlah air bebas menjadi berkurang Kadar gula kecap mengalami penigkatan senang meningkatnya konsentrasi gula merah, nilai organoleptik warna kecap semakin disukai oleh panelis karena kecap  berwarna coklat kehitaman, namun nilai organolepti rasa kecap cenderung menurun karena menimbulkan  rasa  agak pahit, dan tingkat penerimaan panelis terhadap aroma kecap cenderung meningat karena gula merah dapat memberikan  aroma yang khas Peningkatan konsentrasi tempe kedelai  bubuk menyebabkan  kadar protein kecap semakin meningkat, kadar  air  kecap juga cenderung meningkat karena  kadar  air dalam bahan juga masih tinggi, kadar gula kecap cenderumg menurun karena  protein berhubungan dengan kadar, warna kecap yang dihaslkan agak pudar, dan tingkat  kadar  penerimaan panelis terhadap nilai organoleptik aroma makin menurun  karena  masih adanya bau langu yang berasal dari tempe kedelia  bubuk  Kecap air kelapa dengan perlakuan konsentrsi gula merah 40% dan konsentrasi tempe kedelai bubuk I0% mempunyai kualitas organoleptik terbaik,  dengan karaktenstik produk kadar protein 2.98%, kadar air 34,17%, kadar gula  69,62%, nilai organoleptuk warna 3,46 (agak  suka-suka), nilai organoleptik 3.2 (agak suka), dan nilai organoleptik aroma3 (agak suka) &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COCONUTS - COMMERCIAL PROCESSING</topic>
 </subject>
 <classification>664.804 61</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>149113</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-23 16:10:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-31 10:48:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>