KAJIAN HUBUNGAN SUHU ALIRAN AIR KE KONDENSOR PADA PENYULINGAN PALA TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU MINYAK PALA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN HUBUNGAN SUHU ALIRAN AIR KE KONDENSOR PADA PENYULINGAN PALA TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU MINYAK PALA


Pengarang

Fitri Novi Yanti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0605106010022

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2013

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri atau yang lebih dikenal dengan minyak pala. Minyak pala dihasilkan melalui proses peyulingan. Salah satu komponen utama sebuah alat penyulingan adalah kondensor. Kondensor memerlukan media pendingin berupa air untuk menyempurnakan proses kondensasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan suhu aliran air ke kondensor terhadap rendemen dan mutu minyak pala.
Proses penyulingan dilakukan dengan variasi suhu aliran air ke kondensor pada dua level yaitu (15 dan 28"C) dengan sistem penyulingan uap dan air kapasitas 2 kg selama 3 jam. Suhu air 15'C didapat dengan cara menambahan beberapa buah es sedangkan suhu air 28°C diperoleh langsung dari pipa kran. Biji pala dikecilkan dcngan mcnggunakan alat sederhana yaitu penumbuk dari kayu. Bahan yang disuling sebanyak 900 g dengan perbandingan biji tcrhadap fuli yaitu 8: I. Analisis mutu minyak pala yang diamati adalah bobot jenis, indeks bias, kelarutan dalam etanol 90%, putaran optik dan sisa penguapan.
Hasil penelitian menunjukan rata-rata suhu destilat yang dihasilkan pada proses penyulingan suhu aliran air ke kondensor 15C yaitu 25 ±1,4'C, sedangkan suhu air keluar kondensor adalah 25 ±3,0C. Suhu aliran air ke kondensor 15C menghasilkan kondensasi yang bcrupa campuran air yang terlalu banyak dibandingkan minyak pala sehingga rendcmen yang dihasilkan lebih rendah yaitu 9,03305%. Hasil pengujian rata-rata suhu destilat pada suhu aliran air ke kondensor 28"C yaitu 33 ±0,3C, rata­ rata suhu air keluar kondensor adalah 32 ±1,1'C. Rendemen yang dihasilkan pada suhu aliran air ke kondensor lebih tinggi yaitu 10,8617% dibandingkan suhu aliran air ke kondensor 15"C. Analisis terhadap parameter bobot jenis, indeks bias, putaran optik menunjukan bahwa minyak paJa yang diperoleh dari kedua cara pcnyulingan ini telah memenuhi Standar SNI 06-2388-2006, namun kelarutan dalam etano! 90% untuk kedua pcnyulingan tidak memenuhi Standar SNI Nilai sisa penguapan pada penyulingan dengan suhu aliran air ke kondensor 15C sangat tinggi yaitu 48,7551% melampui nilai yang diperkenankan dalam SNI 06-2388-2006 yaitu 2%. Observasi sccara visual yang dilakukan terhadap warna menunjukan bahwa minyak pala yang dihasilkan dengan keduajenis perlakukan ini telah memenuhi Standar SNI

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK