KEAGUNGAN DALAM ARSITEKTUR: STUDI PERBANDINGAN MASJID PO TEUMEUREUHOM DAN MASJID RAYA PIDIE-LABUI, KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KEAGUNGAN DALAM ARSITEKTUR: STUDI PERBANDINGAN MASJID PO TEUMEUREUHOM DAN MASJID RAYA PIDIE-LABUI, KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Putri Puspa Sari - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Elysa Wulandari - 196410191990022001 - Dosen Pembimbing I
Safwan - 197001011997021001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2204204010020

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Arsitektur., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

726.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dalam perkembangan peradaban dan pemerintahan Islam, keberadaan Masjid Agung menjadi penting, baik secara fungsional maupun fungsi simbolik. Kerajaan Aceh abad 17 hingga 19 yang memiliki beberapa daerah sub pusat pemerintahan seperti di Pidie, membangun kawasan aktivitas kerajaan yang sekaligus membangun masjid agungnya, yang bernama Masjid Po Teumeureuhom. keberadaan Masjid tersebut sangat penting bagi identitas masyarakat Pidie sampai saat ini. Namun terkait perkembangan aktivitas beragama masyarakat masa modern ini, maka pada tahun 1982, pemerintah membangun masjid Agung yang baru dan bergaya modern. Kedua Masjid tersebut memiliki keunikan dalam menampilkan kemegahan/keagungannya, hal tersebut penting bagi karya budaya dan arsitektur masjid di Aceh. Selama ini belum ada penelitian terkait ekspresi keagungan pada masjid besar di Aceh dari masa ke masa. Penelitian bertujuan: (a) Untuk Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan persepsi keagungan pada kedua Masjid dengan menggunakan teori komposisi arsitektur; dan (b) Temuan sumber penyebab persamaan dan perbandingan keagungan (sejarah, budaya dan fungsi). Metode Penelitian secara kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika. Elemen Penelitian terdiri dari komposisi wujud bangunan (kepala, badan, kaki), elemen pembentuk Fasad bangunan dan prinsip-prinsip Komposisi. Data di sketsa ulang, di dokumentasi, data Pemahaman Keagungan dari masyarakat baik secara fisikal maupun simbolik didapat melalui wawancara mendalam dengan 5 tokoh masyarakat (tokoh budaya/ketua adat setempat, tokoh pemuda, kepala desa, Tokoh Ulama setempat dan warga setempat). Data wawancara di validasi dengan analisa anatomi arsitektural. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Masjid Po Teumeureuhom lebih mendominasi dari pada Masjid Raya Pidie-Labui. Semua elemen dari komposisi Arsitektur (bentuk komposisi massa, komposisi objek dan lingkungan dan non arsitektural) menciptakan kesan keagungan pada Masjid Po Teumeureuhom.

In the development of Islamic civilization and government, the existence of the Great Mosque is important, both functionally and symbolically. The Kingdom of Aceh in the 17th to 19th centuries which had several sub-central government areas such as in Pidie, built a royal activity area which also built its grand mosque, called the Po Teumeureuhom Mosque. the existence of the Mosque is very important for the identity of the Pidie community to this day. However, due to the development of religious activities in this modern society, in 1982, the government built a new and modern-style Great Mosque. Both mosques are unique in displaying their grandeur, which is important for the cultural and architectural works of mosques in Aceh. So far, there has been no research related to the expression of grandeur in large mosques in Aceh from time to time. The research aims: (a) To identify the similarities and differences in the perception of grandeur in the two mosques by using architectural composition theory; and (b) Find the sources of similarities and comparisons of majesty (history, culture and function). The research method is qualitative descriptive with semiotic approach. Research elements consist of the composition of the building form (head, body, legs), elements forming the building facade and composition principles. Data is re-sketched, documented, data on the understanding of majesty from the community both physically and symbolically obtained through in-depth interviews with 5 community leaders (cultural leaders / local customary leaders, youth leaders, village heads, local clerics and local residents). Interview data was validated by analyzing architectural anatomy. The results showed that the Po Teumeureuhom Mosque is more dominating than the Pidie-Labui Grand Mosque. All elements of architectural composition (form of mass composition, composition of objects and environment and non-architectural) create the impression of majesty at Po Teumeureuhom Mosque.

Citation



    SERVICES DESK