<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="148769">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TINGKAT KEH1LANGAN  BERAS PADA PROSES PENGGILINGAN MENGGUNAKAN MESIN RICE MILLING KELILING DI KABUPATEN  ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rezha Jasmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah   satu   upaya  untuk   meningkatkan   produktivitas  padi   dengan   cara  menekan   tingkat    kehilangan  hasil.    Beberapa   hal    yang    harus    diperbaiki, diantaranya meminimalisir  tingkat  kehilangan  gabah  saat    penggilangan.  Tingkat kehilangan   hasil  panen   baik   kualitatif  maupun   kuantitatif  yang   cukup   tinggi menyebabkan pendapatan petani  rendah.  Mutu  hasil panen  diharapkan akan  lebih meningkat   sehingga  daya    tahan   dan   harga   juga    lebih   baik,   disamping   itu peningkatan mutu  diharapkan  sesuai  dengan  standar mutu  nasional.  Penggilingan merupakan  salah   satu   tahapan  dalam   pasca    panen   padi   yaitu   suatu  proses pelepasan  sekam  dari  beras. Karakteristik fisik padi sangat perlu diketahui  karena proses  penggilingan padi   scbenarnya  mengolah  bentuk   fisik  dari   butiran   padi menjadi   beras  putih.  Tujuan  penelitian   ini  adalah   untuk   menganalisis   tingkat kehilangan proses penggilingan gabah  pada  mesin  rice milling keliling dan  mutu beras   di  Kabupaten  Aceh   Besar   Penelitian   ini  dilakukan   di  Kabupaten  Aceh Besar,di     Kecamatan     Kuta     Baro,     Kecamatan    Blang    Bintang,     Kecamatan Baitussalam,  Laboratorium   Alsintan dan  di Laboratorium  Pasca  Panen.&#13;
          Metodologi   Penelitian   yang   dilakukan   adalah   berupa   data   primer   yang  diperoleh  dari  hasil observasi pada  petani dan  pengusaha penggiling  padi  keliling, dan     distributor,    diantaranya     adalah:    mengukur    rendemen    penggilingan, perhitungan    mutu    beras   diantaranya   adalah     menentukan    persentase   beras  kepala,butir  menir,    butir   rusak,    dan   benda   asing   pada   setiap   usaha   mesin penggiling   padi   keliling   dengan       menggunakan   bahan    I0   kg   pada   5  mesin penggiling  padi  keliling  terhadap daerah  yang  diteliti.  Serta  data-data sekunder dari dinas Biro Pusat  Statistik  dan  Dinas  Pertanian  Provinsi Aceh.&#13;
          Berdasarkan pengamatan  pada  mesin  penggiling  gabah   ITGM  (Integrated  Threshing Grading Machine) , Kilang  Padi  Nachi  NL-225,  Xingdong  ZS  111 5 , Esho   N70,  Esho   N70  T,   Yangtian   ZS   111 5.  dan  Changlong  S  111 5 .  Tingkat kehilangan  penggilingan  gabah  yang  paling  banyak   pada  penggilingan gabah  10 kg adalah  pada  mesin  ITGM  dengan  hasil  beras utuh  6,5  kg kehilangannya  3,5 kg. Tingkat  kehilangannya yang  paling  sedikit  adalah  pada  mesin   kilang padi  Nachi NL-225   dengan  hasil  beras   7,1   kg  dan  kehilangannya 2,9   kg.  Sedangkan  pada lima mesin penggiling  padi  keliling tingkat  kehilangan  yang  paling banyak adalah pada  Esho  N70 dengan hasil  berasnya 6.77  kg dengan  kehilangannya 3,22  kg dan kehilangan yang  paling  sedikit  adalah   Changlong  S  1H1 5  dengan   hasil  berasnya  6,9  kg dengan  kehilangannya 3,1   kg.  Mutu beras  yang  paling  bagus berdasarkan  SNI  yaitu  pada  mesin  penggilingan pabrik  Nachi  NL-225  dengan  beras   kepala  89.2%,  butir menir  10,6%, butir rusak  0,2%  dan  benda  asing  0%,  ini berarti  beras gilingnya  sudah  masuk  pada  mutu  II.  Sedangkan   pada   lima mesin  rice milling keliling juga   sudah  memenuhi  persyaratan SNI  mutu  II  dengan  mutu  beras  yang paling  bagus  adalah  Xingdong  ZS  111 5  dengan beras  kepala  88,9%. butir menir  10,9%, butir  rusak  0,2%  dan  benda  asing  0%.  Mutu  beras  dari  mesin   penggiling gabah   pabrik,  laboratorium  dan  rice  milling keliling sudah  memenuhi  persyaratan dari  SN1 01-6128-2008. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL EQUIPMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RICE - COMMERCIAL PROCESSING - TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>644.725</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>148769</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-21 16:17:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-22 10:11:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>