<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="148753">
 <titleInfo>
  <title>INSTAGRAM SEBAGAI AJANG EKSISTENSI DIRI MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ibadurrahman Al-Ghifary</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik	Sosiologi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Media sosial Instagram saat ini digunakan sebagai ajang ataupun tempat bagi &#13;
seseorang untuk mengeksistensikan dirinya. Dalam mengeksistensikan diri di &#13;
media sosial Instagram dapat didukung oleh beberapa fitur-fitur seperti Likes, &#13;
Follow, Mention, Hashtag, Commentar, Share, Instagram Story, Live, dan juga &#13;
Feeds. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana media sosial &#13;
Instagram digunakan sebagai ajang eksistensi diri oleh mahasiswa Fakultas Ilmu &#13;
Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala. Metode penelitian yang digunakan &#13;
pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun teori &#13;
yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Interaksionisme Simbolik dari &#13;
George Hebert Mead. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu, eksistensi seseorang di &#13;
Instagram dapat dilihat melalui interaksi, postingan, dan jumlah pengikutnya. &#13;
Dengan jumlah pengikut yang banyak, eksistensi seseorang lebih mudah terlihat, &#13;
karena semakin banyak pengikut atau followers, semakin menunjukkan bahwa &#13;
keberadaan orang tersebut diakui oleh orang lain. Selain itu, interaksi dalam bentuk &#13;
likes, komentar, dan aktivitas lainnya turut memperkuat eksistensi, karena &#13;
menunjukkan keterlibatan audiens terhadap konten yang diunggah. Postingan juga &#13;
menjadi salah satu elemen penting, di mana konten yang dibagikan mampu &#13;
mencerminkan identitas dan nilai yang ingin ditampilkan oleh individu. Dengan &#13;
demikian, Instagram tidak hanya menjadi media sosial biasa, tetapi juga platform&#13;
strategis untuk membangun dan memperkuat eksistensi diri di dunia digital</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>148753</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-21 15:49:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-21 15:54:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>