<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="148671">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN SKEMA E-VOTING DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FIRA FITRIANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
FIRA FITRIANI PENERAPAN SKEMA E-VOTING DALAM PEMILIHAN&#13;
KEPALA DAERAH DI INDONESIA&#13;
 &#13;
FIRA FITRIANI&#13;
2025&#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
Fakultas Hukum, Universitas Syiah Kuala &#13;
 &#13;
(vi, 58),pp.,bibl.&#13;
(Sufyan, S.H., M.H.)&#13;
     Pasal 88 Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menyatakan&#13;
bahwa pemberian suara untuk pemilihan kepala daerah dilakukan dengan mencoblos&#13;
salah satu pasangan calon dalam surat suara. Dengan perkembangan teknologi yang ada&#13;
hingga saat ini, pemberian suara dengan metode mencoblos tidak lagi relevan sehingga&#13;
memiliki kemungkian untuk dapat dikembangkan, salah satunya adalah melalui&#13;
penerapan e-voting dalam pemilihan kepala daerah, sebagaimana yang dipertegas oleh&#13;
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 147/PUU-VII/2009.&#13;
     Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui posibilitas penerapan e-voting&#13;
dalam Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia serta untuk mengetahui alasan tidak&#13;
diterapkannya  e-voting dalam Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia.&#13;
     Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yuridis&#13;
normative. Adapun sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer seperti&#13;
peraturan perundang-undangan, dan bahan hukum sekunder yaitu buku-buku hukum,&#13;
skripsi, disertasi, maupun tulisan ilmiah hukum dan artikel hukum yang relevan dengan&#13;
topik dalam pemelitian ini. Serta bahan hukum tersier yaitu Kamus Besar Bahasa&#13;
Indonesia, kamus hukum, atau kamus-kamus lainnya.&#13;
     Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa E-Voting dapat diterapkan dalam Pemilihan&#13;
Kepala Daerah di Indonesia, hal ini dikarenakan kehadiran Undang-undang Nomor 11&#13;
Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik memberikan peluang terhadap&#13;
penggunaan media elektronik dalam melakukan suatu perbuatan hukum. Selain itu, &#13;
terdapat amar Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 147/PUU-VII/2009 yang&#13;
memberikan kesempatan kepada daerah yang telah memiliki kesiapan untuk menerapkan&#13;
e-voting. Alasan e-voting belum diterapkan dalam Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia&#13;
adalah dikarenakan belum adanya suatu aturan hukum yang komperhensif yang mengatur&#13;
e-voting. Sedangkan Indonesia sebagai negara hukum harus mempersiapkan sebuah&#13;
peraturan perundang-undangan untuk mengatur pelaksanaan e-voting. Sehingga&#13;
penerapan e-voting dalam Pemilihan Kepala Daerah memiliki legalitas dan dipastikan&#13;
tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.&#13;
     Disarankan kepada Pemerintah untuk memulai penerapan e-voting secara progresif&#13;
atau bertahap, hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan Putusan Mahkamah&#13;
Konstitusi Nomor 147/PUU-VII/2009 sebagai landasan hukum. Dikarenakan putusan ini &#13;
memperbolehkan penggunaan e-voting dalam Pemilihan Kepala Daerah selama tidak&#13;
melanggar asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Serta penerapan e-voting&#13;
hanya dapat dilakukan di daerah yang sudah memiliki kesiapan dari segi teknologi,&#13;
pembiayaan, sumber daya manusia, maupun perangkat lunaknya, serta kesiapan&#13;
masyarakat di daerah, dan persyaratan lain yang diperlukan.  &#13;
 &#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>148671</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-21 11:43:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-21 12:05:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>