<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="148633">
 <titleInfo>
  <title>APLIKASI HASIL BIOKONVERSI LIMBAH ORGANIK DENGAN TRICHODERMA ISOLAT LOKAL UNTUK MENGENDALIKAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN DAN MENINGKATKAN PRODUKSI NILAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muzakir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prodi Program Doktor Ilmu Pertanian (S3)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>MUZAKIR. Aplikasi Hasil Biokonversi Limbah Organik dengan Trichoderma Isolat Lokal untuk Mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman dan Meningkatkan Produksi Nilam, di bawah bimbingan Rina Sriwati sebagai promotor, Hifnalisa sebagai Ko-promotor I dan Jauharlina sebagai Ko-promotor II&#13;
&#13;
Pogostemon cablin atau nilam merupakan tanaman atsiri yang bernilai jual tinggi, terutama di wilayah Aceh, Indonesia. Nilam dikenal sebagai komoditas utama dalam industri minyak atsiri yang digunakan pada parfum, kosmetik, dan produk kesehatan. Tahun 1990-an, Aceh pernah menjadi salah satu penghasil minyak nilam terbesar di dunia, produksi nilam Aceh mengalami penurunan signifikan akibat beberapa faktor seperti harga minyak yang rendah di pasar global, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), dan kesuburan tanah yang menurun. Hal ini menimbulkan tantangan serius bagi petani nilam, terutama dalam mengelola lahan dan mempertahankan produktivitas tanaman. Oleh karena itu, inovasi dalam pengelolaan lahan dan budidaya nilam menjadi kebutuhan utama dalam menangani persoalan tersebut.&#13;
Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan Trichoderma sebagai agen pengendali hayati dalam biokonversi limbah organik menjadi kompos berkualitas. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi serta menguji tingkat aktifitas Trichoderma dari rizhosfer sebagai agen antagonis terhadap OPT, untuk menguji kemampuan isolat Trichoderma sebagai biokonversi beberapa limbah organik serta untuk mengetahui pengaruh kompos hasil biokonversi limbah organik oleh Trichoderma dalam meningkatkan ketahanan tanaman dan produksi nilam Aceh.&#13;
Trichoderma yang dikenal sebagai mikroorganisme antagonis, mampu mengontrol berbagai patogen tanaman melalui mekanisme seperti mikoparasitisme, kompetisi nutrisi, dan antibiosis. Trichoderma mampu mengubah limbah organik seperti ampas nilam, ampas kopi, daun trembesi, enceng gondok, jerami padi dan serbuk gergaji menjadi kompos yang kaya akan unsur hara, sehingga dapat menggantikan ketergantungan terhadap pupuk kimia yang memiliki efek merugikan bagi lingkungan.&#13;
Urgensi penelitian ini semakin terasa mengingat penurunan produksi nilam mencapai 70% di wilayah Aceh. Banyak petani menghadapi kesulitan dalam mengelola serangan OPT dan minimnya pemahaman terkait teknik budidaya yang sesuai, termasuk pengelolaan lahan, pemberian pupuk, serta perawatan tanaman. Trichoderma sebagai agen biokonversi menawarkan solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Isolat Trichoderma diisolasi dari tanah, akar dan tanaman nilam, diuji aktivitasnya secara makroskopis, mikroskopis, dan molekuler untuk memastikan spesies terbaik yang dapat digunakan dalam biokonversi limbah organik.&#13;
Isolasi Trichoderma dari bagian tanah serta tanaman yang diambil dari tanaman sehat dan tanaman sakit. Tanah dan tanaman dibiakkan pada media PDA secara in vitro. Hasil biakan diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis serta genetika untuk menentukan species dari isolat. Diperoleh lima isolat yang menunjukkan karakteristik sebagai Trichoderma. Kelima isolat teridentifikasi sebagai Trichoderma longibrachiatum dan Trichoderma yunnanense. Selanjutnya, Trichoderma yang diperoleh diuji tingkat aktivitasnya dengan biakan ganda (dual culture) terhadap Fusarium oxysporum. Diperoleh kedua jenis Trichoderma ini mampu mengendalikan F. oxysporum dengan persentase inhibisi paling tinggi dari spesies T. longibrachiatum yaitu 44,28% dan dari spesies T. yunnanense yaitu 38,34%. Kedua persentase inhibisi ini seecara statistik terbukti tidak berbeda nyata. Hasil ini mengindikasikan bahwa kedua species Trichoderma ini berperan aktif sebagai agen antagonis terhadap OPT. &#13;
 Selanjutnya, proses biokonversi dilakukan dengan mencacah limbah organik, mencampurkannya dengan pelet Trichoderma, dan mengomposkannya selama 2 bulan. Kompos yang dihasilkan diuji pada bibit nilam dalam polybag untuk menilai efektivitasnya dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Parameter yang diamati terdiri dari analisis karakter fisik kompos, analisis sifat kimia kompos, laju pertumbuhan bibit nilam dan aktivitas enzim peroksidase. Hasil uji menunjukkan bahwa kemampuan isolat Trichoderma sebagai biokonversi beberapa limbah organik. Diperoleh bahwa karakter fisik kompos dan sifat kimia seluruh kompos organik kecuali serbuk gergaji yang dibiokonversi dengan T. harzianum serta T. yunnanense sudah sesuai dengan standar SNI: 19-7030-2004. Empat jenis kompos organik hasil biokonversi kedua jenis Trichoderma ini juga menghasilkan nilai laju pertumbuhan bibit nilam terbaik yaitu ampas kopi, jerami padi, daun trembesi, dan ampas nilam. Bibit nilam yang diinokulasi patogen yang diperlakukan pada kompos jerami padi hasil biokonversi kedua jenis Trichoderma ini menunjukkan aktivitas peroksidase tertinggi. Namun secara umum, dalam hal meningkatkan ketahanan bibit nilam, hasil uji peroksidase menunjukkan bahwa T. yunnanense memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan T. harzianum dalam meningkatkan aktivitas peroksidase bibit nilam.&#13;
Selanjutnya, tanaman nilam ditanam di dalam polybag dengan perlakuan media tanam menggunakan tiga jenis kompos organik yaitu jerami padi, ampas nilam dan ampas kopi. Kemudian diamati tingkat serangan OPT dari 1 MST hingga 30 MST berupa identifikasi dan persentase serangan penyakit, berikut dengan aktivitas enzim peroksidase tanaman nilam, serta identifikasi dan persentase serangan hama, intensitas serangan hama dan kualitas minyak nilam hasil panen. Hasil pengamatan dari 1 hingga 30 MST menunjukkan bahwa tidak ada penyakit yang menyerang tanaman nilam pada penelitian ini. Hasil uji peroksidase menunjukkan bahwa T. yunnanense efektif sebagai biodekomposer pada kompos jerami padi dan T. harzianum efektif pada kompos ampas kopi dalam meningkatkan ketahanan tanaman nilam, dengan aktivitas enzim peroksidase yang tinggi. Selanjutnya, hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa kompos organik hasil biokonversi kedua jenis Trichoderma ini berpengaruh nyata terhadap tingkat serangan dan intensitas serangan semut dan belalang.  Minyak nilam yang dihasilkan dari perlakuan ketiga jenis kompos hasil biokonversi diperoleh telah sesuai dengan SNI 2385:2019, khususnya untuk parameter bobot jenis, indeks bias, putaran optik, kelarutan dalam alkohol dan bilangan asam. Nilai kadar patchouli alkohol dari seluruh perlakuan kompos organik dengan agen biokonversi diperoleh lebih tinggi dibandingkan kontrol. Untuk meningkatkan kadar patchouli dalam tanaman nilam, T. yunnanense sebagai biodekomposer diperoleh bekerja lebih efektif pada jenis kompos ampas nilam dan T. harzianum lebih efektif pada kompos jenis ampas kopi.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMPOST</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TRICHODERMA</topic>
 </subject>
 <classification>631.875</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>148633</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-20 23:21:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-21 10:01:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>