<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="148611">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK SIFAT FISIK DAN KIMIA AIR TANAH PADA ENDAPAN ALLUVIUM DI KECAMATAN TANGAN-TANGAN DAN SEKITARNYA KABUPATEN ACEH BARAT DAYA PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alfi Khalish</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Teknik Geologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Secara administratif, lokasi penelitian terletak di daerah Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh. Secara letak geografis berada pada koordinat 96º53’51.13” LU – 96º56’40.45” LU dan 3º37’21.84” BT – 340’9.13” BT dengan luasan blok pemetaan sekitar 25 Km². Pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang pesat di Aceh menyebabkan kebutuhan akan air semakin tinggi, namun cadangan air yang dibutuhkan oleh masyarakat tidak stabil dari waktu ke waktu. Hal ini tentunya akan berdampak pada kualitas dan jumlah air di wilayah Aceh di masa yang akan datang, khususnya di Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian mengenai sifat fisik dan kimia airtanah penting di lakukan didaerah penelitian untuk mengetahui kondisi hidrogeologi dan kualitas airtanah. Formasi Alluvium (Qh) menjadi target studi penelitian geokomia airtanah berdasarkan mayoritas masyarakat yang menggunakan airtanah sebagai air konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitiian dengan dilakukannya pemetaan geologi pada daerah penelitian dan mengetahui kualitas airtanah pada Endapan Alluvium (Qh). Selain itu, metode yang digunakan pemetaan geologi, analisis sifaf fisik dan kimia airtanah pada Endapan Alluvium (Qh) bertujuan untuk mengetahui kedalaman muka airtanah (MAT) pengujian sifat fisik pada airtanah dengan analisis berupa bau, warna, suhu, potential hydrogen (pH), total dissolved solids (TDS), daya hantar listrik (DHL), salinitas, dan sifat kimia berupa kandungan ion yang di analisis sulfat (SO₄²⁻), karbonat (CO₃²⁻), kalsium (Ca²⁺), bikarbonat (HCO₃⁻), magnesium (Mg²⁺), kalium (K⁺), natrium (Na⁺), klorida (Cl⁻) berdasarkan hasil uji laboratorium, dan petrografi. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu kondisi geologi daerah penelitian dizonasikan menjadi 4 satuan, terdiri dari satuan batu tuff (Muvt), satuan batulanau (Muvt), satuan endapan kerikil-kerakal (Qpm), satuan endapan lempung (Qh). Kondisi geomorfologi daerah penelitian terdiri atas 4 bentang alam meliputi bentang alam struktural unit S1, bentang alam vulkanik unit V12, bentang alam denudasional unit D1 dan D5, bentang alam fluvial unit F1, F3 dan F4. Hasil dari analisis kualitas airtanah yaitu menghasilkan nilai kedalaman muka airtanah 2,08 meter, untuk analisis sifat fisik airtanah memiliki nilai suhu berkisaran 29⁰C-33⁰C, nilai potential hydrogen (pH) 7,4 dan 10,1 tergolong kedalam basa dan netral, nilai daya hantar listrik 105-7114 µmho/cm, nilai total dissolved solids 51-1145 ppm, dan salinitas 0,1-2 ppt. Berdasarkan hasil pengujian kimia airtanah di dapatkan hasil dari senyawa sulfat (SO₄²⁻) memiliki kadar 0,1, 6, 4, dan 10 mg/L, karbonat (CO₃²⁻) dengan kadar yang di peroleh 24 mg/L dari 4 sampel, kalsium (Ca²⁺) memiliki kadar 1,944, 38,4, 28,8, dan 19,2 mg/L, bikarbonat (HCO₃⁻) memiliki kadar 24,4, 1,076, 536,5, dan 366 mg.L, magnesium (Mg²⁺) memiliki kadar 1,944, 11,644, 4,86, dan 4,86 mg/L, kalium (K⁺) memiliki kadar 0,823, 9,046, 4,761, dan 1,772 mg/L, natrium (Na⁺) memiliki kadar 2,219,34,672, 4,016 dan 13,906, dan klorida (Cl⁻) memiliki kadar 2,85, 55,82, 2,73, dan 11,64, berdasarkan hasil pengujian kualitas airtanah berupa sifat fisik dan kimia airtanah dapat disimpulkan bahwa airtanah pada daerah penelitian tidak bagus secara 100 % namun masih dapat di kategorikan kedalam layak digunakan.&#13;
&#13;
Kata Kunci : pemetaan geologi, hidrogeologi, kualitas airtanah, sifat fisik airtanah, sifat kimia airtanah&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GEOLOGICAL SURVEYS - SPECIFIC AREAS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GROUNDWATER - HYDROLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>551.49</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>148611</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-20 22:17:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-21 10:07:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>