<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="148573">
 <titleInfo>
  <title>EKSISTENSI LEMBAGA PANGLIMA LAOT  DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eva Wardah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prodi Program Doktor Ilmu Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Eva Wardah. Eksitensi Lembaga Panglima Laot dalam pengelolaan Wilayah Pesisir di Provinsi&#13;
Aceh di bawah bimbingan Bapak Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si  selaku Ketua Tim Promotor,  Dr. Ir. Indra, M.P. dan Dr. Yanis Rinaldi, S.H selaku Ko-Promotor I dan Ko-Promotor II.&#13;
&#13;
Pengelolaan sumberdaya berkelanjutan wilayah pesisir menjadi suatu keharusan dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin meningkat. Peran kepemimpinan adat dalam pengelolaan pesisir berkelanjutan sebagai sebuah kearifan local (local wisdom) Lembaga Panglima laot  harus mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan sosial masyarakat pesisir. Hal  ini  penting untuk    menganalisis  eksistensi  Lembaga Panglima  Laot  dalam  pengelolaan wilayah pesisir di Provinsi Aceh. Penelitian  ini bertujuan  untuk: (1)  menganalisis Eksistensi Lembaga  Panglima Laot dalam pengelolaan wilayah pesisir di Provinsi Aceh (2) menganalisis pengaruh hubungan variabel Peran Panglima Laot, Keberlanjutan dan Penerapan aturan hukum adat laot terhadap eksistensi lembaga Panglima Laot dalam pengelolaan wilayah pesisir di Provinsi Aceh, (3) menganalisis strategi penguatan eksistensi lembaga Panglima Laot dalam pengelolaan wilayah pesisir di Provinsi Aceh.&#13;
Metode Penelitian ini dilakukan dengan memadukan pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif  dengan  melibatkan  180  responden.  Analisis  data dilakukan  sesuai  dengan  tujuan penelitian mulai dengan diskriptif kualitatif yang pengukuran datanya mengunakan indeks skala likert dan Analisis data Kuantitatif mengunakan Structural Equation Modeling ( SEM) serta analisis SWOT untuk menagnalisis strategi penguatan lembaga Panglima laot dalam pengelolaan wilayah pesisir.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan eksistensi lembaga Panglima laot melalui peran dan fungsi Panglima Laot terus berkembang tidak hanya terbatas pada penyelesaian konflik antar nelayan, pelaksanaan seremonial kegiatan adat, tapi juga mencakup isu - isu  pengelolaan sumber daya lingkungan pesisir, serta perlindungan hak – hak nelayan. Hasil analisis Structural Equation Models (SEM) dari variabel Peran Panglima Laot, keberlanjutan dan penerapan aturan hukum adat laot terhadap Eksistensi lembaga Panglima Laot dapat diterima dan data mendukung model sehingga penelitian ini telah memperkuat kerangka teoritis terkait pengaruh hubungan Peran Panglima Laot, Keberlanjutan dan Penerapan Aturan Hukum Adat Laot terhadap Eksistensi Lembaga Panglima Laot. Strategi yang tepat untuk penguatan eksistensi Lembaga Panglima Laot di Provinsi Aceh yaitu Strategi Agresif (SO) manfaatkan kepercayaan masyarakat untuk mengintegrasikan pengetahuan dan praktik tradisional melalui pengesahan peraturan daerah yang mendukung pengelolaan pesisir, mengunakan kepemimpinan lokal dan jaringan komunitas untuk menciptakan stabilitas internal, memperkuat kepemimpinan melalui pelatihan dan mentorship, serta  mengembangkan   jaringan  komunitas   lebih   luas   untuk   menghadapi   ketidakstabilan eksternal, kemudian menyesuaikan teknologi modern seperti GIS dan aplikasi mobile untuk mendukung pemetaan wilayah pengelolaan pesisir berbasis data yang akurat, sambil mempertahankan esensi metode tradisional yang terbukti efektif. Penguatan peran Panglima Laot melalui peningkatan kapasitas Panglima Laot dalam mengelola wilayah pesisir dengan lebih baik terutama dalam menegakkan aturan hukum adat Laot yang lebih efektif serta koordinasi dan kolaborasi yang lebih baik antara berbagai pihak, membangun networking termasuk antara lembaga-lembaga pemerintah, masyarakat lokal dan organisasi yang concern dalam mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan pengelolaan wilayah pesisir.&#13;
&#13;
Kata Kunci; eksistensi, peran lembaga, Panglima Laot, strategi, pengelolaan pesisir. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>148573</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-20 17:50:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-20 22:11:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>