<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="148541">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK LONGSORAN PADA KM 80-81 JALAN LINTAS SEULAWAH MENGGUNAKAN METODE MULTICHANNEL ANALYSIS SURFACE WAVE DAN PARAMETER GEOTEKNIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ETIAN WIRSYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Geofisika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian terfokus untuk mengidentifikasi karakteristik longsor di sepanjang Jalan Lintas Seulawah (km 80-81), kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, yang mengalami longsor besar pada tahun 2023. Dengan menggunakan metode Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW), penelitian ini mengintegrasikan data kecepatan gelombang geser (shear wave velocity, Vs) untuk menghitung nilai daya dukung tanah. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai N-SPT yang diperoleh di lokasi untuk menganalisis litologi bawah permukaan. Dengan mengombinasikan pendekatan geofisika dan geoteknik, penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi bidang gelincir dan lapisan massa longsor, tetapi juga untuk menentukan jenis tanah pada lapisan tersebut serta zona lemah terasosiasi lainnya. Hasil interpretasi menunjukkan keberadaan lapisan massa longsoran yang terdiri dari material kerikil berpasir (sandy gravel) pada kedalaman 1-3 meter dengan nilai Vs berkisar antara 60-150 m/s. Di bawahnya, ditemukan bidang gelincir yang diinterpretasikan sebagai lapisan lempung kaku (stiff clay) dengan nilai Vs berkisar 155-450 m/s pada kedalaman 6-10 meter. Kapasitas daya dukung tanah sejalan dengan temuan ini, di mana lapisan kerikil berpasir sangat lepas (very loose sandy gravel) dengan nilai 20-80 kN/m², yang dianggap memiliki stabilitas rendah. Sementara itu, daya dukung tanah pada bidang gelincir, yaitu lapisan lempung, memiliki nilai 250-311 kN/m², sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan massa longsoran. Hasil penelitian berupa model 2D Vs, qa dan N-SPT yang dapat memberikan wawasan penting tentang karakteristik longsor, serta menyorot ketidakstabilan dinamis pada bidang gelincir. Penelitian ini diharapkan berkontribusi dalam menilai parameter kritis untuk upaya rekonstruksi dan pemeliharaan jalan di masa depan, sehingga dapat menjadi referensi penting bagi wilayah yang rawan longsor.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Daya Dukung Tanah, N-SPT, Longsor, MASW, Seulawah&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>148541</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-20 16:48:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-20 21:44:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>