HEGEMONI DAN KEKUASAAN PARTAI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION

HEGEMONI DAN KEKUASAAN PARTAI ACEH


Pengarang

MULYADI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Faisal - 195908151987031001 - Dosen Pembimbing I
Effendi Hasan - 197510012009121005 - Dosen Pembimbing II
Husaini - 196012311986031032 - Dosen Pembimbing II
Rusli Yusuf - 195702101985031004 - Penguji
T. M. Jamil - 196304151988101001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1709300050002

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Pendidikan IPS (S3) / PDDIKTI : 87001

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Doktor Pendidikan IPS., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

324.21

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Disertasi ini mengkaji Hegemoni dan kekuasaan Partai Aceh (PA) dalam konstelasi politik lokal pasca penandatanganan MoU Helsinki 2005. Fokus utama penelitian adalah proses pembentukan, penguatan, dan dampak dominasi politik PA terhadap demokratisasi di Aceh pasca damai pada tahun 2005. Kajian ini menggunakan teori hegemoni Antonio Gramsci. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui bentuk hegemoni dan kekuasaan partai Aceh terhadap pembangunan demokrasi, (2) Mengetahui proses transformasi dan konsolidasi mantan GAM menjadi elit politik Partai Aceh, (3) Melihat mekanisme kontrol dan pengaruh hegemoni kekuasaan Partai Aceh dalam masyarakat ditingkat akar rumput, (4) Melihat Strategi PA dalam mengelola legitimasi dan resistensi politik pada pemerintahan Aceh. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif, dengan nforman kunci: elite eks-kombatan GAM, pimpinan PA, tokoh masyarakat, akademisi, aktivis demokrasi, dan pejabat pemerintah di wilayah provinsi Aceh periode 2006-2024. Temuan penelitian: (1) Bentuk hegemoni dan kekuasaaan PA membangun dan mempertahankan dominasinya melalui kombinasi strategi consensus / soft strategy, melalui legitimasi simbolis yang memanfaatkan identitas ke-Acehan, narasi perjuangan, dan rekonsiliasi pasca konflik dan coercive / hard strategy, basis legitimasi hegemoni politik PA, dengan memobilisasi kekuatan struktural internal Komite Peralihan Aceh (militer GAM), (2) Transformasi GAM ke KPA ikut terlibat aktif dalam konstestasi pemilu dan pilkada lokal untuk menguasai kekuasaan pada pemerintahan (eksekutif dan legislatif) lokal di Aceh, (3) Pengaruh hegemoni dan kekuasaan PA mampu mengontrol akar rumput melalui sumber daya ekonomi-politik dengan wujudnya kebijakan otonomi khusus Aceh, (4) Legitimasi kekuasaan PA dengan menguasi struktur birokrasi pemerintahan Aceh dan beberapa kabupaten dan kota memalui konstestasi pemilu dan pilkada, serta historis perjuangan GAM, resistensi politik lokal terjadi ketika praktik hedonisme sebagian elit politik lokal menjadikan PA memperoleh penurunan kepercayaan masyarakat yang terbukti dalam perolehan suara pada setiap pemilu dan pilkada . Saran penelitian untuk elit-elit partai politik supaya mendorong pembangunan demokratisasi dan edukasi politik sistem politik lokal yang lebih inklusif untuk mewujudakan harapan kesejahteraan rakyat Aceh.

Kata Kunci: Partai Aceh, Hegemoni Politik, Demokratisasi, MoU Helsinki, Teori Gramsci

This dissertation examines the Hegemony and power of the Aceh Party (PA) in the local political constellation after the signing of the Helsinki MoU in 2005. The main focus of the research is the process of formation, strengthening, and impact of PA political dominance on democratization in Aceh after peace in 2005. This study uses Antonio Gramsci's hegemony theory. This study aims to: (1) Determine the form of hegemony and power of the Aceh party on democratic development, (2) Determine the process of transformation and consolidation of former GAM into the Aceh Party political elite, (3) See the control mechanism and influence of the Aceh Party's hegemony in society at the grassroots level, (4) See the PA's strategy in managing legitimacy and political resistance in the Aceh government. The research approach is qualitative, with key informants: ex-GAM combatant elites, PA leaders, community leaders, academics, democracy activists, and government officials in the Aceh province for the period 2006-2024. Research findings: (1) The form of PA hegemony and power builds and maintains its dominance through a combination of consensus/soft strategy, through symbolic legitimacy that utilizes Acehnese identity, narratives of struggle, and post-conflict reconciliation and coercive/hard strategy, the basis of PA's political hegemony legitimacy, by mobilizing the internal structural strength of the Aceh Transition Committee (GAM military), (2) The transformation of GAM to KPA was actively involved in the local election and regional election contestation to control power in the local government (executive and legislative) in Aceh, (3) The hegemonic influence and power of PA was able to control the grassroots through economic-political resources in the form of special autonomy policies for Aceh, (4) Legitimasi kekuasaan PA dengan menguasi struktur birokrasi pemerintahan Aceh dan beberapa kabupaten dan kota memalui konstestasi pemilu dan pilkada, serta historis perjuangan GAM, resistensi politik lokal terjadi ketika praktik hedonisme sebagian elit politik lokal menjadikan PA memperoleh penurunan kepercayaan masyarakat yang terbukti dalam perolehan suara pada setiap pemilu dan pilkada . Saran penelitian untuk elit-elit partai politik supaya mendorong pembangunan demokratisasi dan edukasi politik sistem politik lokal yang lebih inklusif untuk mewujudakan harapan kesejahteraan rakyat Aceh. Keywords: Aceh Party, Political Hegemony, Democratization, Helsinki MoU, Gramsci's Theory

Citation



    SERVICES DESK