<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="148497">
 <titleInfo>
  <title>PERUBAHAN DAN INTENSITAS PENGGUNAAN LAHAN TERKAIT SARANA PENDIDIKAN ISLAM KOTA SANTRI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hani Nazira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik	Perencanaan Wilayah dan Kota</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keberadaan pendidikan menjadi salah satu faktor pendukung perkembangan suatu wilayah, dan memberi pengaruh yang cukup besar bagi wilayah tersebut, baik berupa pengaruh fisik dan pengaruh non-fisik. Pendidikan memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan suatu wilayah, baik secara sosial, ekonomi, maupun tata ruang. Di Kabupaten Bireuen, khususnya Kecamatan Samalanga, pendidikan Islam menjadi pusat perhatian utama. Sebagai &quot;Kota Santri,&quot; Samalanga telah ditetapkan sebagai pusat pendidikan Islam di Aceh melalui Keputusan Bupati Bireuen No. 774 Tahun 2021 dan rujukan RTRW Kabupaten Bireuen tahun 2012-2032. Keberadaan sarana pendidikan Islam di Samalanga menghadirkan dinamika yang berbeda dibandingkan pendidikan umum. Pendidikan Islam cenderung membutuhkan pembangunan yang lebih intensif untuk mendukung berbagai aktivitas. Peningkatan intensitas bangunan ini juga menghadirkan sejumlah tantangan. Jika tidak terkelola dengan baik, tekanan pembangunan dapat memicu kekumuhan, konflik tata ruang, serta kurangnya infrastruktur dasar seperti drainase, sanitasi, dan ruang terbuka publik. Selain itu, keberlanjutan lingkungan menjadi terancam akibat konversi lahan non-terbangun secara massif. Penelitian ini mengkaji perubahan dan intesitas penggunaan lahan terkait sarana pendidikan di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, selama periode 2013–2023. Metode penelitian ini menggunakan analisis spasial dengan citra Landsat-8 OLI, pengolahan data dibantu oleh software ArcGIS, dengan digitasi on-screen pada peta guna lahan dan NDBI pada peta lahan terbangun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan terbangun meningkat sebesar 42,17 hektar, sementara lahan sawah, dan tambak berkurang masing-masing sebesar 14,81 hektar, dan 19,15 hektar. Perubahan ini didorong oleh kebutuhan pembangunan hunian, fasilitas perdagangan, dan jasa untuk mendukung aktivitas masyarakat, terutama di sekitar dayah. Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa pembangunan dayah memengaruhi pertumbuhan permukiman dengan kepadatan rendah hingga tinggi di kawasan utama seperti Gampong Mideun Jok dan Gampong Putoh. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pemerintah dan masyarakat dalam mengelola tata ruang agar dapat mengakomodasi pertumbuhan dayah tanpa mengorbankan keberlanjutan lahan non-terbangun.&#13;
Kata kunci: Dayah, perubahan penggunaan lahan, NDBI.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>148497</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-20 14:46:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-20 14:52:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>