PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE NASA TLX (STUDI KASUS: PTPN IV UNIT USAHA BAH BUTONG) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE NASA TLX (STUDI KASUS: PTPN IV UNIT USAHA BAH BUTONG)


Pengarang

MUHAMMAD RAHID - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Awal Aflizal Zubir - 199104092021021101 - Dosen Pembimbing I
Riski Arifin - 199505272022031011 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2004106010079

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Industri (S1) / PDDIKTI : 26201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Teknik Mesin dan Industri., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PT Perkebunan Nusantara IV Unit Usaha Bah Butong adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang produksi teh di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur beban kerja mental yang dialami oleh operator produksi, yang dapat mempengaruhi kinerja dan kesejahteraan karyawan. Metode National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) digunakan untuk mengukur tingkat beban kerja mental serta menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap beban tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 84 operator produksi yang bekerja di berbagai stasiun kerja. Analisis dilakukan menggunakan uji ANOVA untuk melihat perbedaan beban kerja mental antar kelompok stasiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51% operator mengalami beban kerja mental dalam kategori tinggi sementara 33% lainnya sangat tinggi, dengan stasiun Quality Assurance mencatat beban kerja mental tertinggi.
Faktor performansi berkontribusi sebesar 28% terhadap beban kerja mental, diikuti oleh kebutuhan mental dan kebutuhan waktu masing-masing sebesar 25%. Uji ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok stasiun (p = 0,356), dan juga tidak terdapat perbedaan signifikan dalam beban kerja mental berdasarkan lama bekerja. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan beban kerja mental untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan operator, serta memberikan rekomendasi bagi perusahaan untuk mengatur strategi yang lebih efektif dalam mengurangi beban kerja mental.

PT Perkebunan Nusantara IV Unit Usaha Bah Butong is one of the tea-producing firms in North Sumatra. The goal of this study is to assess the mental burden that production operators face, which might have an impact on employee performance and well-being. The NASA-TLX approach is used to assess the amount of mental strain and identify the elements that contribute to it. Data was collected by sending questionnaires to 84 manufacturing operators stationed at different workstations. ANOVA was used to investigate the variations in mental effort across station groups. According to the study findings, 51% of operators experience mental burden in the high category, while 33% experience it in the very high category, with the Quality Assurance station having the greatest mental stress. Performance considerations account for 28% of mental burden, followed by mental demands and time demands, both at 25% apiece. ANOVA tests reveal no significant differences between station groups (p = 0.356), and there are no significant changes in mental effort by duration of service. The study's conclusion highlights the necessity of controlling mental workload to enhance operator performance and well-being, and it makes suggestions to firms on how to build more effective mental workload reduction measures.

Citation



    SERVICES DESK