<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="148465">
 <titleInfo>
  <title>PENDUGAAN CADANGAN KARBON PADA LAHAN GAMBUT DALAM DI DESA SUMBER BAKTI, KECAMATAN DARUL MAKMUR, KABUPATEN NAGAN RAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raihan Shadrina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Kehutanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Karbon gambut merupakan salah satu unsur utama pembentuk bahan organik termasuk juga makhluk hidup di muka bumi ini. Hampir setengah dari organisme hidup merupakan bagian dari karbon. Makhluk hidup memiliki keterkaitan yang erat dengan ekosistem gambut, sehingga manusia perlu menjaga kelestariannya dan menghindari pembukaan lahan pertanian secara sembarangan. Kebakaran lahan gambut umumnya disebabkan oleh aktivitas manusia, yang diperburuk oleh kondisi alami lahan tersebut. Kebakaran ini, bersama dengan penurunan permukaan air tanah di lahan gambut, mempercepat proses dekomposisi bahan organik, sehingga memicu peningkatan emisi gas CO2 dan NO2. Tingkat kematangan dan kondisi pengelolaan air mempengaruhi besarnya emisi yang dikeluarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi cadangan karbon pada lahan gambut dalam yang terletak di Desa Sumber Bakti, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Lokasi penelitian berfokus di wilayah tersebut. Pada 8 titik sampel  dengan titik kedalaman 300-350 cm di mulai dari kedalaman 0-50cm, 50-100cm, 100-150cm, 150-200cm, 200-250cm, 250-300cm dan selanjutnya sampai adanya tanah mineral.  Penentuan sampel menggunakan puposive sampling. Tanah setiap kedalaman akan di analisis bobot isi, C-organik, dan kadar air.&#13;
Karbon tersimpan pada lahan gambut fungsi lindung di Desa Sumber Bakti Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya berdasarkan kematangan yaitu, cadangan karbon pada gambut fibrik berkisar antara 150,36 hingga 1016,64 ton per hektar, dengan rata-rata sebesar 550,59 ton/ha. Pada gambut hemik, cadangan karbon berada dalam rentang 251,28 hingga 2053,87 ton/ha, dengan rata-rata 644,42 ton/ha. Sementara itu, gambut saprik memiliki cadangan karbon antara 266,1 hingga 1978,28 ton/ha, dengan rata-rata 765,77 ton/ha. Secara keseluruhan, total karbon yang tersimpan di bawah permukaan gambut tersebut berada dalam rentang 667,74 hingga 5048,79 ton/ha, dengan rata-rata mencapai 1960,78 ton/ha.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>148465</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-20 10:55:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-20 11:08:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>