<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="148457">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA BERBASIS MITIGASI BENCANA DI KABUPATEN ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dina Oktaviana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik	Perencanaan Wilayah dan Kota</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten Aceh Jaya merupakan salah satu daerah yang terkena dampak tsunami Aceh pada tahun 2004, dengan kerusakan meliputi infrastruktur, permukiman, dan hilangnya ribuan nyawa. Sebagai upaya pemulihan, dilakukan pengembangan kawasan seperti di Gampong Baro, Kecamatan Setia Bakti, melalui penanaman mangrove untuk mengurangi risiko bencana alam serta mendorong perekonomian &#13;
masyarakat melalui destinasi wisata. Pada 2021, ekowisata mangrove resmi dibuka, menawarkan alam asri yang memerlukan pengelolaan berkonsep mitigasi bencana. Penelitian ini mengkaji kondisi ekowisata, potensi dampak lingkungan, mitigasi bencana, dan strategi pengembangan kawasan dengan data primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, kuesioner, studi pustaka, dan dokumen. Pendekatan &#13;
deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan konsep Community-Based Tourism (CBT) dan skala Likert, serta analisis SWOT untuk strategi pengelolaan. Hasil menunjukkan luas vegetasi mangrove 24,21 hektar dengan fokus konservasi area kerapatan tinggi, restorasi area sedang dan rendah, serta rehabilitasi area non-vegetasi untuk peningkatan karbon dan mitigasi iklim. Pengelolaan kawasan berdasarkan CBT dan Tripartite Concept of Tourism menekankan atraksi, aksesibilitas, dan fasilitas untuk pengalaman wisata berkelanjutan dengan strategi-strategi yang dapat dilakukan ialah promosi dan branding, pengembangan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, dan edukasi dan pelibatan komunitas. &#13;
Kata Kunci: Community-Based Tourism, ekowisata, mangrove, Kabupaten Aceh Jaya, &#13;
mitigasi bencana</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CITY PLANNING - CIVIC ART</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DISASTER RELIEF</topic>
 </subject>
 <classification>711.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>148457</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-20 09:28:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-20 10:11:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>