<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="148289">
 <titleInfo>
  <title>INTEGRASI TEKNOLOGI GIS DALAM PENGELOLAAN LAHAN BASAH BERKELANJUTAN (STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>PAYA NIE, BIREUEN)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fahry Purnama</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>MAGISTER PENGELOLAAN LINGKUNGAN</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Paya Nie adalah kawasan lahan basah yang ada di Kecamatan Kuta Blang, Bireuen. Lahan ini memainkan peran penting dalam keseimbangan ekologi dan perubahan lingkungan global. Pemanfaatan yang tidak tepat telah mengakibatkan berkurangnya luas lahan basah, terganggunya struktur ekosistem, serta degradasi dan hilangnya fungsi lahan basah. Oleh karena itu, Lahan Basah Paya Nie menghadapi masalah degradasi ekologis yang memprihatinkan. Penelitian ini menggunakan Teknologi Geographic Information System (GIS)  untuk memantau dan menganalisis perubahan tutupan lahan secara spasial dan temporal. Selain itu, wawancara mendalam dengan masyarakat dan pemangku kepentingan dilakukan untuk mengetahui strategi pengelolaan lahan basah terbaik. Metodologi penelitian ini menggabungkan pendekatan kuantitatif dan deksriptif, yang mencakup analisis spasial menggunakan perangkat lunak ArcGIS dan wawancara yang mendalam. Penelitian ini mengklasifikasi tutupan lahan menjadi 5 (lima) kelas: badan air, semak belukar, ladang, sawah dan pulau Paya Nie. Hasil analisis menunjukkan perubahan signifikan pada luas semak belukar (93,91 ha) dan sawah (34,30 ha). Sebaliknya, badan air mengalami pengurangan terbesar yaitu 112,40 ha. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan terbaik untuk Paya Nie adalah Community-Based Natural Resource Management (CBNRM), yang menekankan kepada partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan lahan basah secara berkelanjutan.&#13;
Kata Kunci: Pengelolaan Lahan Basah, GIS, Penginderaan Jauh, Perubahan Lahan, Keberlanjutan, Paya Nie, Bireuen.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>148289</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-17 17:44:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-17 22:26:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>