<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="148203">
 <titleInfo>
  <title>PREDIKSI KANDUNGAN CAPSAICIN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L.) MENGGUNAKAN TEKNOLOGI VISIBLE NEAR INFRARED SPECTROSCOPY (VIS-NIRS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>INTAN NURIDAR VIDYANTI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cabai merah adalah salah satu jenis cabai yang paling umum dan penting dalam&#13;
masakan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Cabai terdiri dari berbagai jenis yang&#13;
masing-masing memiliki karakteristik dan tingkat kepedasan yang berbeda. Beberapa jenis&#13;
cabai yang populer meliputi: cabai merah, cabai rawit, cabai hijau, dan paprika. Cabai&#13;
mengandung senyawa aktif yang disebut capsaicin, yang bertanggung jawab atas rasa&#13;
pedasnya dan memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain: meningkatkan metabolisme,&#13;
sebagai antioksidan, penghilang nyeri, dan kesehatan jantung. Capsaicin adalah senyawa&#13;
aktif yang memberikan rasa pedas pada cabai merah. Tingkat kepedasan yang disebabkan&#13;
oleh capsaicin memiliki dampak signifikan pada nilai komersial cabai, baik untuk konsumsi&#13;
langsung maupun untuk industri makanan dan farmasi. Kandungan capsaicin dalam cabai&#13;
merah dapat dianalisis menggunakan metode destruktif seperti Gas Chromatography – Mass&#13;
Spectrum (GC-MS), namun metode ini merusak sampel. Sebagai alternatif, teknologi nondestruktif seperti Visible Near Infrared Spectroscopy (Vis-NIRS) menawarkan solusi ideal,&#13;
karena tidak merusak sampel dan memungkinkan analisis berulang. Penelitian ini memiliki&#13;
tujuan untuk menentukan kandungan capsaicin pada cabai merah secara non destruktif&#13;
dengan menggunakan teknologi Visible Near Infrared Spectroscopy (Vis-NIRS).&#13;
Prosedur penelitian diawali dengan pengambilan 18 sampel cabai dari tiga lokasi,&#13;
yaitu Panton Labu, Banda Aceh, dan Meulaboh, yang terdiri dari berbagai varietas.&#13;
Pengukuran kandungan capsaicin dilakukan melalui dua metode, yaitu metode nondestruktif menggunakan Vis-NIRS dan metode destruktif menggunakan GC-MS.&#13;
Pengukuran secara non-destruktif dilakukan dengan alat instrument Infrared Spectroscopy&#13;
(Thermo Nicolet Antaris II) yang digunakan untuk mendapatkan spektrum Vis-NIRS cabai&#13;
dengan rentang panjang gelombang 381–1065 nm, sementara pengukuran secara destruktif&#13;
dimulai dengan proses ekstraksi cabai dan dilanjutkan dengan analisis GC-MS.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Peach Cupetinho memiliki kandungan&#13;
capsaicin tertinggi 21,49 mg, sedangkan varietas Perintis Banda Aceh memiliki kandungan&#13;
capsaicin terendah 1,56 mg. Pretreatment Derivative 1 memberikan hasil terbaik dalam&#13;
memprediksi kandungan capsaicin dibandingkan dengan pretreatment standard normal&#13;
variate (SNV), dengan peningkatan koefisien korelasi (r) sebesar 0,909, koefisien&#13;
determinasi (R²) sebesar 0,826, RMSEC sebesar 2,233 dan Residual Predictive Deviation&#13;
(RPD) sebesar 2,423. Proses kalibrasi dengan metode Principal Component Regression&#13;
(PCR) menghasilkan prediksi kuantitatif yang akurat, dengan panjang gelombang optimum&#13;
pada rentang 489–495 nm dan 648–654 nm untuk puncak, serta 606–612 nm dan 672–681&#13;
nm untuk lembah. Teknologi Vis-NIRS terbukti efektif dan efisien untuk menganalisis&#13;
kandungan capsaicin dalam cabai dengan tingkat akurasi prediksi yang tinggi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>148203</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-17 16:14:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-17 16:19:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>