<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147947">
 <titleInfo>
  <title>STUDI POLA KONSUMSI KOPI DAN KADAR KAFEIN SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA MINUMAN KOPI POPULER DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurinda Simbolon</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Budaya minum kopi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat &#13;
Indonesia, termasuk di Kota Banda Aceh yang dikenal sebagai &quot;Negeri Seribu Warung &#13;
Kopi.&quot; Di kota ini, terdapat sekitar 303 warung kopi dan coffee shop yang menunjukkan &#13;
bahwa kopi bukan hanya sekadar minuman, tetapi juga bagian dari rutinitas sosial. Kopi &#13;
mengandung senyawa bioaktif, terutama kafein dan antioksidan, yang memiliki manfaat &#13;
kesehatan, seperti meningkatkan konsentrasi dan melawan radikal bebas. Kafein dapat &#13;
memberikan efek positif, tetapi konsumsi berlebihan dapat berisiko. Penyeduhan kopi, baik &#13;
secara manual atau menggunakan mesin (espresso based), mempengaruhi kadar kafein dan &#13;
aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola konsumsi kopi di Banda &#13;
Aceh, khususnya terkait kadar kafein dan aktivitas antioksidan pada varian seduhan manual &#13;
brew dan espresso based, serta dampaknya terhadap kesehatan. Penelitian ini dilakukan &#13;
dalam dua tahap. Tahap pertama adalah survei pola konsumsi kopi di Kota Banda Aceh &#13;
dengan kriteria usia 15-49 tahun, konsumen kopi atau penikmat kopi dan berdomisili di kota &#13;
tersebut. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 400 jiwa. Setelah itu, dilakukan &#13;
analisis kadar kafein dan aktivitas antioksidan pada hasil seduhan manual brew dan espresso &#13;
based yang paling diminati. Pengambilan sampel dilakukan di warung kopi atau coffee shop&#13;
yang sering dikunjungi berdasarkan pilihan tertinggi responden. Sampel terdiri dari empat &#13;
jenis seduhan, dua jenis espresso based dan dua jenis manual brew, yang dianalisis dengan &#13;
tiga kali pengulangan, menghasilkan 24 sampel untuk dianalisis. Hasil penelitian berdasarkan &#13;
survei (kuesioner) menunjukkan bahwa demografi responden terdiri 68% laki-laki dan 32% &#13;
perempuan dengan usia tertinggi pada rentang 30-34 tahun. Sebanyak 64% responden &#13;
berpendidikan tinggi, dan pekerjaan yang paling banyak dijumpai adalah wiraswasta (29,3%), &#13;
dengan domisili terbanyak di Kuta Alam (32,3%). Berdasarkan pola konsumsi, frekuensi &#13;
tertinggi konsumsi kopi adalah 2 gelas per hari (46%), jenis biji kopi yang paling banyak &#13;
dikonsumsi adalah arabika (47,3%), dengan pilihan manual brew V60 (22,3%), kopi tubruk &#13;
(18,8%), kopi saring (15.5%) dan moka pot (13.3%). Pilihan espresso based yang paling &#13;
banyak adalah sanger (22,8%), espresso (15,5%), cappuccino (14.3%) dan americano (13%) &#13;
dengan penyajian kopi panas yang paling disukai (53,3%), serta penggunaan gula normal &#13;
(46,3%). Tempat meminum kopi yang sering dikunjungi adalah Hoco dan Smea Premium.&#13;
Pada manual brew, yang diuji adalah V60 dan kopi saring. Espresso based yaitu espresso dan &#13;
sanger. Kadar kafein pada manual brew V60 adalah 0,0591% (KC) dan 0,0550% (KD), serta &#13;
pada kopi saring 0,0124% (SE) dan 0,0231% (SF). Kadar kafein pada espresso based adalah &#13;
0,0358% (espresso EG), 0,0598% (espresso EH), 0,0472% (sanger SI), dan 0,0287% (sanger &#13;
SJ). Aktivitas antioksidan pada manual brew V60 adalah 48,66% (KC) dan 44,06% (KD), &#13;
pada kopi saring 52,65% (SE) dan 65,28% (SF). Aktivitas antioksidan espresso based&#13;
25,39% (espresso EG), 33.76% (espresso EH), 38.53% (sanger SI), dan 37.26% (sanger SJ). &#13;
Asupan kafein harian/sajian menunjukkan bahwa V60 (KC) menyumbang 112,4 mg/190 &#13;
Ml,V60 (KD) 120,9 mg/220 mL, kopi saring (SE) 19,2 mg/155 mL, kopi saring (SF) 40,4 &#13;
mg/175 mL, espresso (EG) 20,4 mg/57 mL, espresso (EH) 17,9 mg/30 mL, sanger (SI) 30,7 &#13;
mg/65 mL dan sanger (SJ) 12,4 mg/43 mL. Rekomendasi EFSA (2015), batas maksimum &#13;
konsumsi kafein adalah 400 mg/hari. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi kopi dari setiap &#13;
sajian pada penelitian ini masih berada dalam batas aman jika dikonsumsi secara wajar.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147947</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 23:47:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-17 10:17:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>