<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147905">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA  L.) TERHADAP DAYA TETAS TELUR DAN SINTASAN BENIH IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ABRAL AULIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ketersediaan benih ikan kakap putih (Lates calcarifer) sering menghadapi masalah pada pembenihan, yang sering dialami oleh benih ikan kakap putih yaitu adanya serangan jamur Saprolegnia sp. yang menyerang telur ikan, baik telur yang dibuahi maupun telur yang tidak dibuahi sehingga berakibat pada daya tetas telur dan kelangsungan hidup larva. Oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan dengan menggunakan bahan alami untuk mencegah jamur pada telur yaitu dengan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L) terhadap infeksi jamur pada telur ikan kakap putih (Lates calcarifer) serta dosis yang optimal untuk mengobati infeksi jamur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2024 di Laboratorium Pembenihan dan Pembiakan Ikan, Fakultas Kelautan dan Perikanan dan Proses Pembuatan Ekstrak dilakukan di Laboratorium kimia FKIP Universitas Syiah Kuala. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan 5 ulangan. Konsentrasi daun kelor yang digunakan meliputi perlakuan A 0 (Kontrol negatif), B 0,55 ml, C 0,60 ml, D 0,65 ml. Fase embriogenesis yang diamati pada saat penelitian ini berupa morula, blastula, gastrula, neurula, organogenesis, dan larva. Hasil penelitian ini menunjukkan daya tetas telur berkisar antara 29,00-88,00%, tingkat kelangsungan hidup (SR) berkisar antara 68,63-88,83%. Berdasarkan uji ANOVA yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor berpengaruh nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147905</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 17:05:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-17 09:23:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>