UPAYA PENYELESAIAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP PEREMPUAN (STUDI DI MAHKAMAH SYAR’IYAH KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UPAYA PENYELESAIAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP PEREMPUAN (STUDI DI MAHKAMAH SYAR’IYAH KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

Safaul Nisa - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Masrizal - 198404152010121005 - Dosen Pembimbing I
Fadlan Barakah - 199008092022031003 - Penguji
Firdaus Mirza Nusuary - 198610162019031009 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2010101010078

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FISIPOL., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

303.6

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kekerasan Dalam Rumah Tangga merupakan perbuatan yang melukai, menyakiti serta menimbulkan cedera dan kesengsaraan baik secara fisik dan psikis termasuk di dalamnya pemaksaan, pemerasan dan perampasan kemerdekaan seseorang yang berada dalam lingkup rumah tangga, terutama dialami oleh perempuan akibat adanya budaya patriarki. Sehingga menyebabkan kesenjangan posisi antara suami atau istri yang dimana suami merasa memiliki kuasa penuh dalam rumah tangga, hal ini terjadi akibat kultur di Aceh yang secara turun temurun menempatkan laki-laki dalam posisi yang dominan dan utama sehingga perempuan yang menjadi korban KDRT tidak sepenuhnya sadar jika mereka mengalami ketidakadilan dalam relasi kuasa yang membahayakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya penyelesaian apa yang diterapkan oleh Mahkamah Syar’iyah kota Banda Aceh terhadap rumah tangga yang mengalami tindak KDRT. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dan menggunakan Teori Relasi Kuasa oleh Michelle Foucault. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada 2 solusi yang ditawarkan oleh Mahkamah Syar’iyah selaku lembaga hukum dalam menyelesaikan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga yaitu Mediasi dan Bercerai, namun Mahkamah Syar’iyah mengatakan bahwa kedua upaya tersebut akan dilakukan jika memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh lembaga hukum tersebut karena dilihat dari hubungan pernikahan yang dijalankan, namun jika ada bukti visum dan beberapa bukti pendukung lain maka proses penyelesaiannya akan lebih cepat tanpa harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.

Kata kunci: Upaya Penyelesaian KDRT, Mahkamah Syar’iyah, Mediasi, Relasi Kuasa

Domestic Violence (DV) is an act that causes physical and psychological harm, including injury, suffering, coercion, extortion, and deprivation of freedom within the domestic sphere. This violence is particularly experienced by women due to the prevailing patriarchal culture, which creates an imbalance of power between husband and wife. In Aceh, the culture has historically positioned men in a dominant and primary role within the household, leading to a situation where women who are victims of DV often do not fully recognize the injustice in the power dynamics that endanger them. The purpose of this research is to explore the resolution efforts implemented by the Syariah Court of Banda Aceh in cases involving domestic violence. This study employs a qualitative research method and utilizes Michel Foucault’s Power Relations Theory. The findings reveal that the Syariah Court offers two main solutions for addressing domestic violence cases: mediation and divorce. However, both options are subject to specific requirements set by the court, which depend on the severity of the marital situation. If there is clear evidence, such as medical reports and other supporting documentation, the resolution process may proceed more swiftly without the need to meet all of the court's standard conditions. Keywords: Efforts to resolve domestic violence, sharia court, mediation, power relation.

Citation



    SERVICES DESK